Angkasa Pura 2

Menperind: Kunci Pengembangan Industri Modern Adalah Listrik 

Ekonomi & Bisnis EnergiSabtu, 3 November 2018
Airlangga-hartarto

IMG-20181102-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Menteri Perindustrian (Menperind) Airlangga Hartanto menuturkan, kunci pengembangan industri modern ini adalah listrik.  Data Center dan Big Data yang merupakan bagian dari industri 4.0 membutuhkan keandalan pasokan listrik yang baik.

“Ini tantangan bagi PLN, karena industri seperti ini butuh keamanan listrik 3 lapis. Jaminan power menjadi kunci utama, selain jaringan fiber optic,” jelas Airlangga di Jakarta, kemarin.

Seperti diketahui, pertumbuhan industri di Indonesia merupakan salah satu cara untuk mendongkrak perekonomian nasional. Pertumbuhan industri ini tentunya perlu didukung dengan infrastruktur yang memadai termasuk pasokan daya liatriknya.

Saat ini pengembangan kawasan industri sudah memasuki era modern 4.0, dimana berbagai fasilitas dan infrastruktur dituntut untuk memiliki konektivitas dan terintegrasi satu sama lain. Hal ini untuk membantu pengembangan dan operasional kebutuhan industri di dalamnya.

“Salah satu daya tarik investor adalah tersedianya infrastruktur yang dapat mengakses ke Kawasan Industri serta fasilitas yang ada di dalam Kawasan Industri,” ujar Ketua Umum HKI (Himpunan Kawasan Industri) Sanny Iskandar.

Dia menambahkan, konsep Kawasan Industri Modern mengintegrasikan penyediaan infrastruktur, menciptakan struktur pembiayaan yang efektif dan efisien, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian nasional.

IMG-20181102-WA0066

Antisipasi Manajemen PLN

Untuk menjaga kelangsungan industri,  manajemen PT PLN (Persero)  menyiapkan dan memastikan pasokan listrik yang andal bagi Kawasan-kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Kawasan Industri (KI), dan pelanggan-pelanggan besar lainnya.

“Berdasarkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027,  total daya yang dipasok PLN untuk pelanggan besar adalah 22.461 Mega Volt Ampere (MVA). Sementara pelanggan yang sudah tersambung hingga Oktober 2018 Sebesar 810 MVA,”  kata Adi Priyanto, Kepala Divisi Perencanaan Sistem PLN.

Dia  menambahkan Tak hanya tarif Tegangan Rendah (TR) dan Layanan Khusus, Sejak tahun 2017 PLN terus menjaga tarif tenaga listrik Tegangan  Menengah (TM) dan Tegangan Tinggi (TT) tetap stabil. Adapun tarif TM tetap di angka Rp 1.114,74 per kWh dan TT di 996,74 per kWh.(helmi)