Angkasa Pura 2

Kerjasama PIP Semarang-KSOP Kumai

Dibuka Sahli Menhub, 600 Awak KLM dan Kapal Kelotok Ikut DPM di Pangkalan Bun Kalteng

Destinasi SDMMinggu, 4 November 2018
IMG-20181104-WA0029

IMG-20181104-WA0034

PANGAKALAN BUN (BeritaTrans.com) -Sebanyak 600 anak buah kapal (ABK) dari kapal layar motor (KLM) dan kapal kelotok se-Kalimantan Tengah (Kalteng) mengikuti Diklat Pemberdayaan Masyarakat  (DPM) di Pangakalan Bun. Diklat ini meliputi basic safety training (BST)  di Pangakalan Bun,  Kalimantan Tengah (Kalteng). Mereka selama ini beraktivitas di perairan, sebagai nelayan dan awak kelotok wisata.

DPM ini terselengara atas kerja sama
Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang yang bekerjasama dengan Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai. DPM angkatan II  meliputi basic safety training (BST).

“Diklat yang digelar di Swiss Bellhotel Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat (Kobar) sejak Jumat (2/11/2018) hingga Minggu (4/11/2018),” kata KSOP Kumai Capt. Wahyu Prihanto, MM. M.Mar saat dikonfirmasi  BeritaTrans.com, Minggu pagi.

Pembukaan DPM dilakukan oleh Staf Ahli Menhub (Sahli) Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Dr. Umar Aris bersama Bupati Kobar Nurhidayah. Pembukaan  DPM ditandai dengan penyematan tanda peserta diklat secara bergantian oleh dua  pejabat negara itu.

IMG-20181104-WA0025

Menurut Capt. Wahyu, diklat awak KLM dan kapal kelotok ini  bertujuan melatih masyarakat yang bekerja di perairan memahami dan bisa mempraktikkan berbagai metode teknik penyelamatan diri, pertolongan pertama pada kecelakaan, pemadaman kebakaran serta keselamatan diri dan tanggung jawab sosial.

Bupati Kobar Nurhidayah, Sabtu (3/11/2018) dalam pembukaan diklat tersebut mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan keselamatan pelayaran.

"Ini bisa dikatakan sebagai bentuk konkret hadirnya pemerintah pada masyarakat pada umumnya. Tentunya kami dari Pemkab Kobar mengapresiasi digelarnya diklat yang kedua kalinya diadakan di Kabupaten Kobar ini," jelas Bupati.

Karenanya,  lanjut Bupati, diklat ini sangat bermanfaat bagi pebangunan SDM dalam bidang keselamatan transportasi.

"Terlebih kita dulu sudah pernah mengalami kejadian kecelakaan laut yaitu tenggelamnya kapal Senopati yang banyak korbannya dari masyarakat  Kabupaten Kobar. Kegiata diklat inilah yang menjadi upaya pemerintah dalam mensosialisasikan kenyamanan dan keselamatn angkutan laut dan sungai," papar Bupati lagi.

Selanjutnya, Bupati Kobar berharap agar kegiatan ini bukan hanya sekedar seremonial biasa. "Harapannya kegiatan ini bisa berkesinambungan. Terlebih di Kabupaten Kobar terdapat masyarakat yang bergerak dibidang pariwisata dan menggunakan angkutan air yaitu kelotok untuk menuju Taman Nasional Tanjung Puting," terang  oeang nonor satu di Kobar ini.

Dengan mengikuti diklat ini, tambah Nurhidayah, para awak kelotok wisata bisa memahami dan tanggap untuk melakukak tindakan penyelamatan terhadap penumpang dan diri pribadi bila terjadi kecelakaan.(helmi)