Angkasa Pura 2

INSA Nilai Permintaan Dispensasi Penyerahan 26 Kapal Perintis Kontradiktif dengan Usulan Moratorium Impor Kapal

DermagaMinggu, 4 November 2018
images (7)

JAKARTA (beritatrans.com) – Ikatan Perusahaan Industri Kapal Indonesia (Iperindo)  belum lama ini mengusulkan kepada pemerintah agar menghentikan sementara atau moratorium impor kapal. Alasannya industri kapal nasional saat ini sedang lesu akibat berkurangnya pesanan pembuatan kapal dari pemerintah.

Usulan tersebut dinilai oleh Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Jhonson W Sutjipto sebagai usulan tak berdasar dan kontradiktif dengan fakta yang ada.

“Moratorium impor kapal menjadi tak berdasar dan kontradiktif dengan permintaan dispensasi waktu penyerahan 26 unit kapal perintis akibat penyelesaiannya terlambat,” kata Jhonson kepada beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Minggu (4/11/2018).

Menurut Jhonson, surat Iperindo kepada Presiden Joko Widodo itu akan menjadi preseden buruk bagi industri galangan dan menghambat kelanjutan program pembangunan kapal baru yang sudah direncanakan oleh pemerintah.

“Mereka protes kepada pemerintah karena pekerjaan galangan saat ini sepi. Di sisi lain, mereka protes karena kekurangan SDM sehingga tidak bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikan pemerintah,” kata Jhonson.

Jhonson mengingatkan, sejak proses tender, pengumuman pemenang tender, penandatanganan kontrak hingga proyek pembangunan kapal dilaksanakan, semua perusahaan galangan kapal seharusnya sudah memahami dan mengetahui tanggung jawab, tantangan, dan kemampuan galangan.

Pada 4 September 2018 lalu, Iperindo melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo sehubungan dengan terlambatnya penyerahan 26 unit kapal perintis pesanan Kementerian Perhubungan. Kapal-kapal tersebut rencananya untuk mendukung program Tol Laut.

Ke-26 kapal perintis tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan kapal perintis dan tol laut sebanyak 100 unit yang dilakukan sejak tahun 2016. Sisanya telah selesai dibangun bahkan sudah beroperasi untuk mendukung program Tol Laut. (aliy)