Angkasa Pura 2

INSA Apresiasi Langkah Pemerintah Pangkas Distribusi Bahan Baku Biodiesel

Dermaga EnergiSenin, 5 November 2018
download

JAKARTA (beritatrans.com) – Pemerintah akan mulai memangkas jalur distribusi bahan baku biodiesel dengan mengurangi titik penyaluran Fatty Acid Methyl Aster (FAME) dari 86 Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) menjadi 11 titik.

Ketua Umum DPP Indonesian National Shipowners Association (INSA) Jhonson W Sutjipto mengapresiasi langkah pemerintah tersebut. Menurutnya pemangkasan distribusi FAME dapat meningkatkan efisiensi biaya maupun waktu kapal dalam mengangkut FAME  dari pabrik kelapa sawit ke pelabuhan tujuan.

“Keuntungan dari kebijakan ini adalah penyelenggaraan transportasi laut yang efisien dan terselenggaranya quality control untuk memastikan proses pencampuran yang tepat,”kata Jhonson.

Senada dengan INSA, Ketua Bidang Pemasaran dan Promosi Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Togar Sitanggang, mengatakan langkah pemerintah itu bisa membuat rantai pasokan FAME untuk B20 semakin efektif.

Dia menambahkan, terminal yang belum dipasok bahan baku biofuel kebutuhan bahan bakarnya sedikit. Perusahaan bahan bakar nabati sulit mengatur logistik ke daerah itu, terutama di Indonesia bagian timur.

“Terminal kecil disuplai oleh terminal bahan bakar besar. Kalau kami hanya kirim ke TBBM besar terdekatnya saja dan dicampur ke sana. Otomatis, ketika terminal besar mengirim sudah dalam bentuk biofuel,” kata Togar seperti dikutip buletin INSA nomor 38/X/2018, Oktober 2018.

Selain itu, masalah perizinan di tingkat pelabuhan juga diminta agar dipermudah. Togar mengatakan banyak FAME yang dikirim badan usaha terhambat di pelabuhan. Ketika kapal tiba di pelabuhan tujuan, mereka harus menunggu.

“Karena dianggap bukan BBM, harus antre seperti yang lain. Akhirnya, terlambat untuk memuat,” katanya. (aliy)