Angkasa Pura 2

KNKT Catat, Kapal Ro Ro Paling Rawan Kecelakaan di Indonesia

Dermaga KoridorSelasa, 6 November 2018
IMG-20181106-WA0005

BOGOR (BeritaTrans.com) – Kasus kecelakaan kapal ro ro di perairan Indonesia yang paling banyak adalah kebakaran, tenggelam atau miring. Kapal jenis ro ro memang paling rawan kecelakaan dan data statistik KNKT menunjukkan seperti itu.

Demikian disampaikan Investigator KNKT Aleik Nurwahyudi dalam paparannya pada Saftey Review Forum, di Hotal Aston, Sentul City Bogor, Selasa (6/11/2018).

Menurutnya, sampai Oktober 2018 peneliti spesialis Kapal Ro Ro di KNKT itu menyebutkan, pihaknya sudah melakukan puluhan kali investigasi pada kasus kecelakaan kapal ro ro. Kapal ro ro paling banyak mengalami atau terlibat kecelakaan di perairan Indonesia.

Dari tahun 2007-2018 ada 30 kasus kecelakaan kapal ro ro di berbagai daerah di Indonesia. Dan KNKT melakukan investigasi terhadap mereka.

“Dari sejumlah kecelakaan kapal itu, ada 11 kasus kapal tenggelam, dan 5 kasus kebakaran menimpa kapal ro ro,” sebut Nurwahyudi.

IMG-20181106-WA0006

Zona Rawan Laka Kapal Ro Ro

Dia melanjutkan, dari hasil identifikasi dan investigasi KNKT, ada beberapa zona rawan kecelakaan terhadap kapal ro ro. Di tempat itulah paling sering terjadi kecelakaan kapal ro ro baik kecelakaan vatal atau sekedar insiden.

“Mereka (zona rawan laka) itu tersebar di berbagai titik seperti perairan Kepulauan Riau (Kepri), Selat Sunda (Merak-bakauheni, Jakarta, Semarang dan Surabaya,” sebut Nurwahyudi.

Sementara, lintasan kapal penyeberangan atau kapal ro oro yang paling sering terjadi kecalakaan antara lain, Tanjung Emas Semarang-Kumai-Pangkalan Bun, Tanjung Perak Surabaya – Banjarmasin dan Balikpapan, serta Merak-Bekauheni atau Banten ke Lampung.

Oleh karena itu, Nurwahyudi menyarankan agar pihak operator kapal ro ro atau awak kapal yang bersangkutan lebih hati-hati. “Ituah daerah yang selama ini paling sering terjadi kecalakaan kapal-kapal ro ro,” tegas Nurwahyudi.(helmi)

loading...