Angkasa Pura 2

Tinjau Kapal Tol Laut di Biak, Irjen Kemenhub: Harus Perlancar Arus Logistik & Dorong Perekonomian

Dermaga itjenRabu, 7 November 2018
2018-11-07 08.17.20

BIAK (BeritaTrans.com) – Dalam kunjungan sekaligus pengawasan sejumlah proyek di sejumlah kabupaten di Papua, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Perhubungan Wahju Satrio Utomo memyempatkan meninjau operasional kapal tol laut di Biak Numfor, Rabu (7/11/2018).

Satu-satunya kapal tol laut di sana adalah KM Kendhaga Nusantara 9, kapal milik Kementerian Perhubungan dan dioperasikan Mentari Line. Kapal baru itu dioperasikan sejak Mei 2018.

Didampingi Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Biak, Abdul Muis, Wahju Satrio Utomo naik ke kapal dan berkeliling melihat kontainer. Dia juga menyempatkan berbincang dengan nakhoda Capt. Salim.

2018-11-07 08.18.36

Kepada Irjen, Salim menjelaskan kapal itu memiliki homebase di Biak. “Jadwalnya sebulan sekali. Kami melayani distribusi barang ke Sarmi, Orasbari, Waren, dan Teba,” jelas nakhoda.

Barang-barang sebagian besar sembako tersebut, Salim mengemukakan diangkut oleh kapal Mentari Line dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. “Setelah kami antar barang-barang itu, kembalinya tidak ada muatan untuk diangkut ke Pulau Jawa atau pulau lainnya,” ungkapnya.

Kepada nakhoda, Irjen berpesan agar menjunjung tinggi keselamatan pelayaran. “Jangan pernah menawar-nawar keselamatan pelayaran,” tuturnya.

2018-11-07 08.24.02

2018-11-07 08.22.46

2018-11-07 08.23.01

Sedangkan kepada Kepala KSOP Biak, dia mengemukakan eksistensi kapal tol seperti KM Kendhaga Nusantara 9 ini harus memperlancar arus logistik dan mendorong perekonomian daerah.

“Bapak Presiden dan Bapak Menteri Perhubungan amat menginginkan lancarnya aulrus logistik dapat menekan harga. Secara paralel, kapal tol laut juga berperan besar dalam perekonomian daerah antara lain menjadi sarana transportasi untuk mendistribusikan hasil-hasil pertanian dan potensi ekonomi lainnya,” cetusnya.

Karena itu, Wahju Satrio Utomo berharap operasiinal kapal ini tidak hanya satu bulan sekali. “Pemanfaataan kapal perlu koordinasi dengan pemerintah daerah dan Kadin setempat,” ujaranya. (awe).

2018-11-07 08.21.56

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari