Angkasa Pura 2

Namarin: Pemerintah Harus Hadir di Moda Transportasi Penyeberangan Ujung-Kamal

Dermaga KoridorKamis, 8 November 2018
Siswanto Rusdi

JAKARTA  (BwritaTrans.com) – Direktur National Maritime Institute (Namarin)  Siswanto Rusdi mengatakan seharusnya Pemerintah hadir di moda transportasi penyeberangan Ujung-Kamal untuk menyelamatkan bisnis yang selama ini berperan sebagai penyangga utama Tol Suramadu.

Sejak Tol Suramadu beroperasi,  operator kapal di lintasan tersebut telah berkorban dengan mensubsidi operasional kapal. “Beberapa tahun terakhir,  perusahaan yang mensubsidi,  sekarang waktunya Pemerintah hadir,” katanya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dikatakan, Pemerintah harus mempertahankan lintas penyeberangan Ujung – Kamal dengan menyediakan subsidi Public Service Obligation (PSO).

Subsidi PSO tersebut diberikan sebagai implikasi kebijakan penggratisan jembatan Suramadu yang dampaknya kian membuat operasional kapal penyeberangan Ujung – Kamal merugi.

Siswanto menambahkan penggratisan jembatan Suramadu akan menguntungkan masyarakat pengguna jasa, baik dari Surabaya maupun sebaliknya.  Akan tetapi, kebijakan tersebut seharusnya tidak mematikan penyeberangan Ujung – Kamal.

Saat ini,  penyeberangan Ujung-Kamal memiliki fungsi vital yakni sebagai pendukung infrastruktur penghubung Surabaya-Madura.

“Jika ada masalah teknis di Suramadu yang mengakibatkan jembatan tidak bisa dilalui, infrastruktur transportasi yang dipakai pasti penyeberangan, tidak ada lain lagi,” tandas Siswanto.(helmi)