Angkasa Pura 2

INSA Dukung Penggunaan BBM B20 untuk Kapal Laut

DermagaJumat, 9 November 2018
images (12)

JAKARTA (beritatrans.com) – Indonesian National Shipowners Association (INSA) mendukung penuh pemerintah yang mewaijbkan semua kapal menggunakan bahan bakar solar yang dicampur biodiesel 20% atau yang dikenal dengan istilah BBM B20.

“Kami mendukung penuh pemerintah menerapkan aturan penggunaan BBM B20 untuk kapal laut,” kata Ketua Umum DPP INSA Johnson W. Sutjipto kepada beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Menurutnya ketentuan penggunaan BBM B20 sudah merupakan keputusan pemerintahan Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 61 Tahun 2015 tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

“Keputusan pemerintah tersebut tentunya telah mempertimbangkan berbagai aspek yang muaranya demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Johnson.

Penggunaan bahan bakar B20 memiliki sisi positif. Misalnya, impor BBM dapat dikurangi dan secara tak langsung akan memperkuat daya tahan RI dan krisis pelemahan rupiah akan bisa diatasi karena ada penghematan devisa.

Program B20 ini diperkirakan dapat menghemat devisa sekitar US$ 3,4 miliar atau sekitar Rp 50 triliun per tahun.

“Jadi penggunaan B20 untuk kapal laut merupakan program pemerintah yang baik dan perlu didukung. Dengan mengonsumsi B20, maka ketergantungan pada BBM fosil akan berkurang,” kata Johnson.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya menuturkan bahwa kewajiban B20 sudah diberlakukan kepada PT Pelni dan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Sementara, untuk angkutan darat, Kemenhub sudah menggelar uji coba penggunaan B20 pada tiga jenis angkutan yakni bus, truk, dan kapal ferry. Hasilnya, B20 lulus uji emisi kendaraan dan aman bagi kendaraan.

Sebagaimana diketahui, mulai 1 September 2018, pemerintah mewajibkan pencampuran biofuel pada seluruh jenis solar sebesar 20 persen (B20).

Mekanisme pencampuran B20 melibatkan Badan Usaha Bahan Bakar Minyak (BU BBM) yang menyediakan solar dan Badan Usaha Bahan Bakar Nabati (BU BBN) yang memasok FAME (fatty acid methyl esters) bersumber dari CPO (crude palm oil).

Apabila BU BBM tidak melakukan pencampuran dan BU BBN tidak dapat memberikan pasokan FAME ke BU BBM akan dikenakan denda Rp6.000 per liter. (aliy)

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari