Angkasa Pura 2

Kontrak Desain & Supervisi Pembangunan Pelabuhan Patimban Ditandatangani

DermagaSenin, 12 November 2018
IMG-20181112-WA0024

IMG-20181112-WA0025

JAKARTA (beritatrans.com) – Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementeriam Peruhubungan bersama perusahaan konsorsium menandatangani kontrak desain dan supervisi (paket 8) pembangunan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, di Ruang Sriwijaya Ditjen Perhubungan Laut Kemenhub, Jakarta, Senin (12/11/2018).

Penandatanganan dilakukan antara PPK pembangunan Pelabuhan Patimban Andilas Putra Asmara bersama perwakilan perusahaan konsorsium Yasunori Hasegawa. Disaksikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo beserta para direkur di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut.

Dirjen Perhubungan Laut R. Agus H. Purnomo dalam sambutannya menyampaikan bahwa proyek pembangunan Pelabuhan Patimban sangat strategis dan penting bagi negara. Untuk itu pihaknya berkomitmen agar proyek pembangunan pelabuhan terbesar di Jawa Barat itu terlaksana dengan baik dan selesai tepat waktu.

“Diharapkan pada tahun 2019 Pelabuhan Patimban tahap pertama sudah dapat dioperasikan,” kata Dirjen Agus.

Dirjen Agus berharap pelabuhan Patimban dapat meningkatkan daya saing biaya logistik nasional serta mampu bersaing dengan pelabuhan-pelabuhan sekitarnya.

Kepada para perusahaan konsultan Dirjen Agus berpesan agar memperlancar proyek pembangunan pelabuhan Patimban secara keseluruhan. Selain itu, Dirjen Agus juga meminta agar pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Patimban memperhatikan berbagai regulasi, kualitas, dan requirement atau kebutuhan masyarakat secara umum.

“Pemerintah sangat serius dan memperhatikan agar pembangunan Pelabuhan Patimban berjalan sesuai jadwal dengan kualitas yang telah disepakati bersama,” kata Dirjen Agus.

Adapun Paket 8 pembangunan Pelabuhan Patimban ini merupakan paket jasa konsultasi desain dan supervisi pembangunan fasilitas pelabuhan untuk proyek Pembangunan Patimban Tahap I.

Sedangkan perusahaan konsultan konsorsiun terdiri dari tiga perusahaan Jepang masing-masing adalah Oriental Consultan Global Co. Ltd., Indes Inc., dan Nippon Koei Co. Ltd., bekerjasama dengan tiga perusahaan konsultan Indonesia yaitu PT. Raya konsult, PT. Rayasurverindo Tirtasarana, dan PT. Indra Karya (Persero).

Sebagai informasi, Pembangunan Pelabuhan Patimban akan dilaksanakan dalam tiga Tahap. Pada Tahap pertama, Pelabuhan Patimban direncanakan akan dapat melayani sekitar 3.5 Juta peti kemas (TEUS) dan 600.000 kendaraan bermotor (CBU). Pada Tahap kedua, kapasitas pelayanan akan meningkat menjadi 5.5 Juta TEUS dan pada Tahap ketiga akan meningkat kembali hingga 7.5 Juta Teus.

Pembangunan Pelabuhan Patimban saat ini terus dilakukan dan targetnya akan mulai dioperasikan pada tahun 2019. Nantinya Pelabuhan Patimban akan melayani jenis muatan Peti Kemas dan Kendaraan Bermotor yang diangkut menggunakan kapal ferry Ro-Ro. Pelabuhan Patimban juga akan didukung area sarana penunjang (Backup Area) untuk mendukung efisiensi logistik dari dan ke Pelabuhan Patimban seluas 356 Ha.(aliy)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari