Angkasa Pura 2

Di Depan Pelaku Usaha Logistik, Direktur AMM Ahmad Yani Janji Perizinan Akan Selesai Diproses Dalam 3 Hari

KoridorJumat, 16 November 2018
IMG-20181116-WA0007

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktur Angkutan dan Multimoda (AMM) Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Ahmad Yani, ATD, MT mengatakan, sejalan dengan pelayanan perizianan online, pihaknya terus memacu kinerja dan pelayanan terbaik anak buahnya.

“Khususnya di bagian saya, seluruh perizinan harus selesai diproses selama tiga hari. Jika masih berkas pengusaha yang empat hari belum diproses, silakan hubungi saya maka akan dibantu,” kata Direktur AMM Ahmad Yani di depan pelaku usaha sektor logistik di Jakarta.

Menurutnya, semua proses perizinan akan dilayani dengan cepat sesuai antrean. Yang  masuk duluan akan dilayani, tentunya sesuai ketentuan dan telah memenuhi syarat.

“Jika syarat dan ketentuan sudah lengkap, maka tiga hari kelar. Jika belum, silakan hubungi saya,” jelas Yani,  seraya memberikan nomor kontak pribadinya.

Bukan hanya itu, Yani juga menujukkkan alpikasi SPIONAM khususnya angkutan multimoda. “Setiap pagi saya pesan ke grup wa, dengan penekanan ke masing-masing sektor sesuai tupoksinya. Jika ada yang bisa diselesaikan hari ini jua, selesaikan,” papar alumni STTD Bekasi saat dikonfirmasi BeritaTrans.com di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Ditjen Hubdat selalu berkoordinasi dengan Menko Perekonmian dan pemangku  kepentingan lain, untuk kelancaran sistem pelayanan dan perizinan online ini. “Kini zaman sudah berubah. Semua dilakukan secara online, naa semua harus serba cepat,” terang Yani.

Persetujuan dan Tanda Tangan Online

Oleh karena itu, setelah sistem perizinan dilakukan online, serta data based pelaku usaha, pemgemudi dan armada secara IT makin lengkap, menurut Yani, dia berani memberikan persetujuan dan tanda tangan online atau elektronik.

“Semua ini saya berani melakukan, karena semua data sudah lengkap dan tersambung secara online. Data-daa PO serta pelaku usaha logistik lain sudah lengkap terdata dengan baik dan rapi serta terhubungan ke data based di Ditjen Hubdat,” terang Yani.

Menurut dia, kini semua terdata dan tercatat dengan lengkap. Kinerja operator pun bisa dipantau secara elektronik, dan bisa dipantau langsung dari pusat operasi Ditjen Hubdat, Kemenhub.

“Operator transportasi dan pelaku usaha logistik tak bisa main-main. Jika ada yang nakal, akan ketahuan. Tak perlu khawatir,  karenanya kita optimis seluruh pemangku kepentingan Ditjen Hubdat makin baik dan komitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pula,” sebut Yani.

Jika ada yang mau naka, tambah Yani, maka jejak IT-nya sudah ada dan bisa ditelusuri. Bila ada yang melanggar, maka sanksi tegas sudah diatur dan bisa diterapkan secara optimal.(helmi)