Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud: Implementasi Skema ICAO Corsia untuk Kurangi Polusi

Bandara KokpitJumat, 16 November 2018
IMG-20181116-WA0106

IMG-20181116-WA0107

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengimplementasikan skema International Civil Aviation Organization (ICAO) Carbon Offsetting and Reduction Scheme For International Aviation (CORSIA) untuk kurangi polusi.

Kepedulian masyarakat dunia akan bahaya polusi Karbondioksida (CO2) cukup besar, salah satunya upaya dunia internasional dalam mengurangi gas buang CO2 tersebut pada penerbangan internasional.

Terkait hal tersebut, baru-baru ini ICAO menerbitkan ICAO Annex 16 Vol 4 tentang CORSIA.

“Semua negara anggota yang berpartisipasi mempunyai kewajiban untuk melaporkan konsumsi bahan bakarnya untuk penerbangan internasional,” jelas Dirjen Perhubungan Udara Polana Banguningsih Pramesti di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Dalam mempersiapkan CORSIA Monitoring Reporting Verification (MRV) yang mulai berjalan 1 Januari 2019, Indonesia telah menyusun roadmap persiapan implementasi CORSIA.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sub Direktorat Perekayasa Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Johannis Tangke saat membuka acara Workshop MRV CORSIA Implementation in Indonesia-EU-South East Asia Aviation Partnership Project.

Acara yang dihadiri European Aviation Safety Agency (EASA), Perwakilan dari airlines, Komite Akreditasi Nasional, Lembaga Verifikasi dan Validasi, serta Tim RAN GRK Ditjen Perhubungan Udara tersebut bertujuan menambah pengetahuan seluruh stakeholder penerbangan maupun pihak terkait agar dapat lebih memahami proses Monitoring, Reporting dan Verification (MRV) dalam skema CORSIA.

“Dengan begitu akan menjamin keakuratan proses monitoring konsumsi bahan bakar sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh ICAO. Acara ini terselenggara atas kerja sama EASA dengan Ditjen Perhubungan Udara,” katanya.

Dia juga menekankan bahwa dalam melakukan proses MRV harus sesuai dengan ketentuan pada ICAO Annex 16 Vol 4.

“Dalam melakukan MRV CORSIA harus ditunjang oleh prosedur yang sesuai ketentuan ICAO serta personel yang kompeten dan terlatih. Proses verifikasi dalam MRV juga harus dilakukan oleh independen verifikator yang kredibel dan terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional sehingga tujuan kita membangun database emisi yang akurat dapat tercapai,” kata Polana.

Polana juga menyatakan bahwa Ditjen Hubud optimistis akan mendapatkan dukungan stakeholders penerbangan dalam melaksanakan program penurunan emisi CO2 di Indonesia dan dunia. (omy)

loading...