Angkasa Pura 2

Iklan Rokok Marak di Stasiun KA, YLKI:  Terjadi Kemunduran Yang Sangat di Managemen PT KAI.

Another News Emplasemen KoridorJumat, 16 November 2018
Tulus YLKII

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Iklan  dan baliho rokok kembali bertebaran di hampir semua stasiun kereta api di Tanah Air.  Hasil monitoring YLKI dan jaringannya, iklan rokok banyak ditemukan di stasiun Yogyakarta (Tugu dan Lempuyangan), Stasiun Semut dan Gubeng di Surabaya, Stasiun Solo Balapan di Solo, Stasiun Purwokerto, dan Stasiun Tawang Semarang. 

“Hal ini menandakan adanya kemunduran dan  penurunan pelayanan PT KAI pada konsumennya. Sebab dengan maraknya iklan rokok di stasiun, PT KAI telah memberikan pesan dan promosi negatif pada konsumennya,” kritik Ketua YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Menurtnya,, perilaku kebijakan yang inkonsisten pada managemen PT KAI. “Di satu sisi menjadikan stasiun KA  sebagai area atau wahana Kawasan Tanpa Rokok  (KTR), tapi di sisi lain mempromosikan/mengiklankan produk rokok di area KTR,” kata Tulus lagi.

Menurutnya,  PT KAI telah melanggar UU Kesehatan, PP No. 109/2012, berbagai Perda/Pergub/Perwali tentang KTR. Bahwa area KTR (stasiun) dilarang sebagai tempat promosi/iklan/sponsorship produk rokok. 

Alasan  managemen PT KAI bahwa iklan rokok di stasiun harus berizin Pemda, adalah alasan sesat pikir. “Ini menunjukkan managemen PT KAI tidak paham regulasi, atau pura-pura tidak paham, atau sengaja melanggar regulasi. Bahwa tanggungjawab iklan rokok di area/bangunan stasiun adalah mutlak pihak stasiun,” jelas Tulus.

Maraknya iklan rokok di stasiun ini, menurut YLKI,  menjadikan stasiun sebagai area yang tidak ramah untuk anak-anak, bahkan remaja. “Anak-anak dan remaja harus dijauhkan dari produk dan promosi rokok. Tetapi stasiun sebagai area publik yang banyak dikunjungi anak-anak justru bertebaran iklan rokok,” papar Tulus.

Patut diduga, tambah Tulus, maraknya iklan rokok di stasiun melanggar UU tentang Perlindungan Anak. “UU tentang Perlindungan Anak mengamanatkan bahwa zat adiktif (rokok) harus dijauhkan dari jangkauan anak-anak,” tegas Tulus.(helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari