Angkasa Pura 2

Dirjen Agus Paparkan Kebijakan dan Capaian Ditjen Hubla di Ambon

DermagaSabtu, 17 November 2018
IMG-20181117-WA0022

AMBON (BeritaTrans.com) – Menjadi pembicara pada Seminar Nasional IKATSi-UKIM “Sistem dan Manajemen Transportasi yang Aplikatif Mendukung Akselerasi Pembangunan Daerah Kepulauan” mewakili Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Laut memaparkan kebijakan dan capaian Kemenhub bidang transportasi laut.

Dia menyebutkan, ada delapan kebijakan Kemenhub dalam upaya pengembangan pelabuhan-pelabuhan di seluruh Indonesia guna meningkatkan konektivitas yang berdampak pada ekonomi.

“Diantaranya adalah mendorong persaingan, investasi swasta, dan pemberdayaan penyelenggara pelabuhan,” jelas Agus di Ambon, Sabtu (17/11/2018).

Selain itu terwujudnya integrasi perencanaan. Menciptakan kerangka kerja hukum dan peraturan yang tepat. Keenam mewujudkan sistem operasi pelabuhan yang aman, terjamin, dan optimal.

Selanjutnya meningkatkan perlindungan lingkungan maritim dan terakhir adalah mengembangkan sumber daya manusia (SDM) pendukung operasi pelabuhan.

Agus yang didampingi Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko mengemukakan, Ambon sebagai bagian dari Indonesia Timur juga memerlukan layanan angkutan logistik yang andal selain angkutan penumpang. Hal itu untuk mewujudkan satu harga komoditas utama kebutuhan masyarakat.

“Kehadiran tol laut adalah salah satunya. Ini bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan memperlancar arus barang ke Ambon dan Maluku pada umumnya,” ungkapnya.

IMG-20181117-WA0021

Ada enam pelabuhan singgah kapal tol laut di wilayah Maluku. Diantaranya adalah Pelabuhan Namlea, Namrole di Leksura, Wonreli, Kaiwatu/Moa, Saumlaki, dan Pelabuhan Dobo.

“Sejak kehadiran tol laut, kami terus mengembangkan trayek sesuai kebutuhan dan permintaan. Hingga saat ini, telah tersedia 18 trayek tol laut baik untuk Indonesia bagian Barat maupun Timur,” tutur dia.

Tantangan dan Solusi

Dengan terbuka Agus menyampaikan masih ada tantangan-tantangan dalam transportasi laut dan hal terkait. Pertama adalah kesiapan SDM.

Dengan terus dibangunnya kapal dan pelabuhan, menurutnya harus diseimbangkan dengan kapasitas SDM kemaritiman.

“Jangan sampai SDM belum siap untuk menjalankan operasional kapal dan pelabuhan,” imbuh Agus.

Tantangan lainnya adalah budaya keselamatan pelayaran. Saat ini masih banyak perlu dilakukan peningkatan untuk mewujudkan pelayaran yang aman, selamat, dan nyaman.

Terakhir kata dia, sinkronisasi antara pembangunan fasilitas transportasi laut dan moda serta sarana lainnya guna mendukung perekonomian masyarakat setempat.

“Solusinya antara lain adalah memanfatkan otonomo daerah untuk pengembangan sarpras,” katanya.

Begitu juga dengan peningkatan kapasitas dan kualitas SDN kemaritiman serta yang ketiga adalah menerapkan perencanaan pembangunan sarpras dengan lebih bersinergi dan koordinasi antara pusat dan daerah.

“Pemerintah pusat khususnya Ditjen Hubla sangat mendukung pegembangan konektivitas transportasi di prov. Maluku,” pungkas Agus. (omy)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari