Angkasa Pura 2

Terkait Pergub Sumsel Tentang Angkutan Batubara, Dirjen Hubdat Gelar Rakor di BPTD Wilayah VII Sumsel dan Babel

Energi KoridorSabtu, 17 November 2018
IMG-20181117-WA0004

IMG-20181117-WA0003

PALEMBANG (BeritaTrans.com) – Terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Selatan Nomor 74 tahun 2018 yang mencabut Pergub Nomor 23 Tahun 2012 mengakibatkan truk pengangkut batubara kini dilarang melintasi jalan umum di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk Kota Palembang.

Seperti diketahui, Peraturan ini dikeluarkan pada 6 November 2018 yang lalu dan mulai berlaku pada 8 November. Masalah inilah yang kemudian memicu keresahan khususnya pelaku usaha trasportasi angkutan batubara di Sumsel.

Terkait kebijakan itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) Budi Setiyadi menggelar Diskusi Antisipasi dan Penanganan Dampak Operasional Angkutan BatuBara di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi pada Jumat (16/11/2018).

Rakor digelar di kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VII Provinsi Sumatera Selatan dan Bangka Belitung.

Menurut Dirjen Budi dari ketentuan baru ini, ada beberapa hal yang harus ditekankan. “Yang pertama aspek keselamatan dalam piramida penyelenggaran batu bara ini yang paling atas baik keselamatan pengemudi maupun masyarakat yang dilalui sepanjang jalan,” kata Dirjen.

“Selain itu, tentang kondisi jalan kerugian negara tentang Over Dimensi dan Over Loading (ODOL) sudah makin parah di Indonesia, seperti yang sering saya bilang banyak kerugiannya termasuk kerusakan jalan,” ujar Dirjen Budi yang membenarkan adanya peraturan ini.

Sesuai kewenangannya Gubernur Sumsel dapat mengatur perencanaan lalu lintas di jalan provinsi sesuai dengan hierarki peraturan undang-undang yang berlaku.

Selama ini menurut Dirjen Budi, ada beberapa permasalahan yang timbul dampak dari angkutan batubara, yakni mengenai komposisi lalu lintas yang didominasi angkutan barang.

“Selain itu  juga berdampak pada kepadatan lalu lintas, serta meningkatnya kecelakaan dan kerusakan jalan,” tandas Dirjen Budi.(helmi)

loading...