Angkasa Pura 2

Dorong Pemenuhan Syarat Laik Jalan Kendaraan Bermotor, Ditjen Hubdat Sosialisasikan Regulasi Uji Emisi Gas Buang Kendaraan

Koridor OtomotifSenin, 19 November 2018
IMG-20181119-WA0042

JAKARTA (Beritatrans.com) – Implementasi Peraturan Direktur Jenderal (Perdirjen) dalam pelaksanaan uji emisi gas buang pada pengujian tipe kendaraan bermotor, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) menggelar Sosialisasi Peraturan Perundang-Undangan Bidang Perhubungan Darat perlu menyamakan pemahaman dan persepsi delirium pihak terkait. Acara ini diselenggarakan di Novotel Hotel Jakarta, Mangga Dua Square, Senin (19/11/2018). Secara khusus acara ini membahas Peraturan Dirjen (Perdirjen) Nomor SK.4963/AJ.402/DRJD/2018 tentang Pelaksanaan Uji Emisi Gas Buang Pada Pengujian Tipe Kendaraan Bermotor. “Sosialisasi ini ditujukan untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar pemangku kepentingan dalam pelaksanaan uji emisi gas buang pada pengujian tipe kendaraan bermotor,” ujar Endy Irawan,  Kepala Bagian Hukum dan Humas saat membuka acara tersebut di Jakarta, Senin. “Maksud dan tujuan diterbitkannya Perdirjen tentang pelaksanaan uji emisi gas buang ini adalah dalam rangka memberikan kepastian hukum terhadap pemenuhan persyaratan laik jalan kendaraan bermotor.” “Kemudian mendukung terwujudnya kelestarian lingkungan dari kemungkinan pencemaran yang diakibatkan penggunaan kendaraan bermotor di jalan, dan memberikan pelayanan umum kepada masyarakat,” kata Endy dalam sambutan pembukanya. Metode Uji Emisi Dalam sosialisasi ini,  hadir sebagai pembicara Dewanto Purnachandra, Kepala Subdirektorat (Kasubdit) Uji Tipe Kendaraan Bermotor, Direktorat Sarana Perhubungan Darat, Ditjen Hubdat RI. Dewanto menjabarkan bahwa Perdirjen tersebut melingkupi kategori dan metode uji emisi gas buang, pelaksanaan uji emisi gas buang dan dokumen hasil uji serta ketentuan lainnya. “Pengujian laik jalan terhadap kendaraan bermotor dengan uji emisi gas buang wajib dilaksanakan pada Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan Kendaraan Bermotor yang sedang diproduksi,” tambah Dewanto dalam penyampaian materinya.(Helmi)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari