Angkasa Pura 2

Siap Mendukung, Jasa Marga Optimis Kebijakan Ganjil-Genap dari Pintu Tol Tambun Turunkan Kepadatan Sampai 30%

KoridorSelasa, 20 November 2018
Desi Japek

Tol Japeeeek
BEKASI (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Jasa Marga, Tbk menyambut baik dan siap menyukseskan pembatasan pembatasan dengan ganjil-genap di ruas tol Jakarta-Cikampek (Japek) mulai dari Tol Tambun (Grand Wisata) Bekasi. Jasa Marga berharap, kebijakan yang baru ini bisa menekan kemacetan di tol sampai 30% dibandingkan sebelumnya.

“Manajemen Jasa Marga siap mendukung bahkan akan mempercepat pekerjaan proyek di ruas tol Japek, seperti Tol Elevated dan pekerjaan lain di ruas tol ini,” kata Dirut PT Jasa Marga, Tbk Desi Ariyani menjawab pers usai Rakor dengan Menhub Budi Karya di Grand Dhika Bekasi, Selasa (20/11/2018).

Menurutnya, sejalan dengan pembatasan ganjil-genal di ruas tol Japek, pihak Jasa Marga bersama mitranya akan menggenjot pekerjaan fisik di lapangan. Selain itu juga seminimal mungkin diupayakan agar tidak menimbulkan dampak negatif terutama pada kemacetan di ruas tol Japek saat ini.

Dikatakan, Jasa Marga juga sedang berpacu dengan waktu. Proyek Tol Trans Jawa akan segera diresmikan. Implikasinya, the bottle neck di ruas tol Japek ini juga harus diminimalkan sampai maksimal.

“Apa artinya tol Trans Jawa selesai, tapi masih tersendat di tol Japek? Ini tantangan bnagi kami, bagaimana Jasa Marga bisa secepatnya menyelesaikan proyek di tol Japek,” kilah Des.

Pekerjaan tol elevated di ruas tol Japek saat ini sudah 57,5% progressnya. Sampai menjelang mudik Lebaran 2019, kita optimis akan selesai 100% dan bisa dioperasikan fungsional untuk arus mudik Lebaran nanti.

“Saat ini, kita akan bekerja optimal, dengan windaw time antara pukul 22.00-06.00 WIB. Oleh karena itu, kita mengimbau masyarakat jangan melakukan perjalanan di malam hari jika harus melalui ruas tol Japek,” jelas Desi.

Menurutnya, PT Jasa Marga akan mendukung sepenuhnya penerapan ganjilgenaol yang diperluas ke Tol Tambun dan jamnya dimajukan menjadi 05.00-10.00 WIB. “Dengan fokus kerja proyek dimalam hari, dan siang hari ada pembatasan ganjil-genao, kita optimis kemacetan di tol Japek akan menurun,” papar Desi lagi.

Penerapan ganjil-genao di pintu tol Bekasi Tmur dan Bekasi Barat mampu menurunkan populasi kendaraan di tol khususnya kendaraan pribadi sampai 30%. “Harapan serupa juga bisa terjadi saat ganjil-genap diperpanjang mulai Tol Tambun,” aku Desi.

Turunkan Kepadatan dan CO2

Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan peraturan ganjil-genap di Gerbang Tol Tambun memiliki banyak manfaat. Salah satunya menurunkan kepadatan kendaraan hingga 30%.

“(Peraturan) ganjil-genap itu dapat meningkatkan kenaikan kecepatan (kendaraan) 30-40%. Penurunan kepadatan 30%. Itu kan berkaitan dengan CO2 (karbon dioksida). Jadi banyak manfaat diperoleh. Proses ganjil-genap ini proses edukasi,” kata Menhub Budi Karya.

Menurutnya, Kemenhub mengharapkan masyarakat menggunakan angkutan massal. Setelah nggak ada masalah pun mereka naik bus. Industri bus akan efisien kalau volumenya masif,” ujar Budi.

Sebelumnya, sistem ganjil-genap direncanakan berlaku di Gerbang Tol Tambun pada Kamis (15/11/2018) lalu. Kebijakan ini merupakan salah satu cara Kemenhub mengatasi kemacetan di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Kemacetan parah ini terjadi imbas proyek Jalan Tol Japek Elevated.(helmi)

loading...