Angkasa Pura 2

Picu Kemacetan Parah,  Menhub Minta Proyek KCIC dan LRT di Ruas Japek Dihentikan Dulu

KoridorRabu, 21 November 2018
IMG-20181120-WA0058

IMG-20181121-WA0001

BEKASI (BeritaTrans.com) – Dua pekerjaan proyek infrastruktur  di rusd jalan tol Jakarta-Cikampek (Japek) yaitu pembangunan jalur kereta cepat Jakarta Bandung oleh KCIC dan proyek pembangunan LRT Jabodebek di ruas tol Japek KM 11 sampai KM 17 yang merupakan titik terpadat terjadinya kemacetan.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memutuskan untuk menghentikan sementara kedua proyek tersebut di titik yang telah disebutkan. “Sampai Lebaran nanti, jangan ada pekerjaan di titik kemacetan itu dan mengalihkan pekerjaan di tempat lain,” kata Menhub usai rakot dan meninjau proyek dari Grand Dhika Bekasi, Selasa (20/11/2018).

Pembangunan Proyek Strategis Nasional di lintas Tol Jakarta -  Cikampek meliputi pembangunan tol layang (elevated) Jakarta-Cikampek, Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, dan LRT Jabodebek, berdampak pada meningkatnya kemacetan lalu-lintas di jalan tol tersebut.

Oleh karenaya, “Kita akan minta LRT dan KCIC (kereta cepat) tidak dulu berkonstruksi di daerah kilometer 11 sampai kilometer 17. Jadi sementara ini tidak ada kegiatan di sana. Selain itu, kami juga akan mengevaluasi kegiatan Waskita Karya interchange di kilometer 24,” pinta Menhub.

Menhub meminta penghentian pekerjaan proyek ini dilakukan dalam beberapa bulan ke depan atau jika dimungkinkan hingga menjelang Lebaran tahun depan.

Menhub mengimbau kepada pekerja proyek kereta cepat dan LRT untuk memindahkan pekerjaan di lokasi lain terlebih dahulu dan akan lebih mengutamakan pengerjaan tol Jakarta-Cikampek elevated yang saat ini progresnya telah mencapai 57,5%.

“Konstruksi kita akan hitung lagi kalau saya lihat paling tidak 3-4 bulan, untuk itu yang kita kasih prioritas proyek tol elevated, ” ungkapnya.

Menhub meminta kepada PT Jasa Marga sebagai penanggungjawab pekerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated benar-benar menyusun rencana agar supaya pekerjaan ini tidak mengganggu lalu lintas.

Target Sangat Ketat

Sementara,  Direktur Utama PT Jasa Marga Desi Arryani menyebut target penyelesaian pengerjaan proyek tol Jakarta-Cikampek elevated sangat ketat. Hal ini dikarenakan tol Trans Jawa tidak lama lagi akan segera dioperasikan.

“Tidak lama lagi trans jawa akan beroperasi tetapi ditahan di Jakarta-Cikampek karena Jakarta-Cikampek belum selesai. Oleh karena itu manfaatnya masih kurang optimal, sehingga dari Jakarta ke Surabaya itu masih tersendat hanya di Jakarta-Cikampek,” papar Desi.

Ke depan, tambah dia, pihaknya   ingin memaksimalkan supaya Trans Jawa ini bisa betul-betul bermanfaat optimal. Oleh karenanya masalah kemacetan di tol Japek harus segera selesai.(helmi)

loading...