Angkasa Pura 2

Fasilitas Pelabuhan Harus Sesuai Kondisi Lingkungan

DermagaKamis, 22 November 2018
IMG-20181122-WA0021

IMG-20181122-WA0019

YOGYAKARTA (beritatrans.com) – Perencanaan dan desain fasilitas pelabuhan sudah seharusnya sesuai dengan kondisi lingkungan. Saat ini banyak fasilitas pelabuhan yang tidak mampu menghadapi perubahan lingkungan, terutama akibat bencana alam seperti gempa bumi dan sebagainya.

“Kita sebagai perencana fasilitas pelabuhan sudah seharusnya mendesain atau merencanakan bangunan yang tahan terhadap gempa, tsunami dan telah mempertimbangkan aspek-aspek teknis lainnya yang disesuaikan dengan kondisi lingkungan pelabuhan tersebut,” kata Direktur Kepelabuhanan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Kepala Subdit Perencanaan dan Program Pembangunan Muhammad Masyhud saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Bidang Perancangan Teknis Fasilitas Pelabuhan di Yogyakarta, Kamis (22/11/2018).

M. Tohir mengatakan, baru-baru ini terjadi fenomena alam gempa bumi dan tsunami yang melanda kota Palu dan Donggala yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dan kerusakan pada fasilitas umum.

“Fasilitas pelabuhan juga terkena dampaknya, dimana pelabuhan Wani dan Pelabuhan Donggala mengalami kerusakan yang sangat parah,” katanya.

M. Tohir menjelaskan, dalam pembangunan fasilitas pelabuhan, banyak kasus yang terjadi berupa hasil pekerjaan yang kurang baik atau fasilitas pelabuhan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Salah satu penyebabnya adalah akibat perencanaan yang tidak tepat.

Beberapa kasus yang sering ditemui adalah ketidaktepatan penentuan elevasi lantai dermaga, kurang cermat penentuan layout dan bentuk dermaga, kesalahan dalam menentukan beban yang bekerja serta kesalahan dalam interpretasi analisa hasil model.

“Untuk mengurangi kesalahan-kesalahan dalam perencanaan fasilitas pelabuhan dan untuk mendapatkan hasil optimal, maka dalam pelaksanaanya diperlukan kesamaan pandangan dan satu tolok ukur yang diketahui bersama khususnya oleh perencana fasilitas pelabuhan,” ujarnya.

Ia berharap, pelaksanaan bimbingan teknis Ini dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi para Aparatur Sipil Negara (ASN) di bidang perencanaan fasilitas pelabuhan dan konsultan perencana Survei Investigasi dan Desain (SID) dan Detail Engineering Dan Desain (DED) fasilitas pelabuhan.

“Khususnya mengenai gambaran umum perencanaan fasilitas pelabuhan, analisa hidro-oceanografi, kondisi kegempaan, peta gempa di Indonesia, aspek geoteknik dalam perencanaan fasilitas pelabuhan serta analisis perencanaan struktur dermaga,” tutup M. Tohir. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono

loading...