Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud Pastikan Layanan Angkutan Nataru Lancar

Bandara KokpitJumat, 23 November 2018
IMG-20181114-WA0029

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Mantapkan kesiapan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memiliki beberapa strategi untuk pastikan layanan penerbangan lancar.

Hal itu terungkap dalam Rapat Koordinasi dengan para pemangku kepentingan di bidang penerbangan di Jakarta, kemarin (22/11/2018).

Direktur Keamanan Penerbangan, Ditjen Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Dadun Kohar ketika membuka rapat koordinasi tersebut menjelaskan bahwa Masa Angkutan Nataru Sektor Penerbangan telah ditetapkan selama 18 hari, mulai 20 Desember 2018 hingga 6 Januari 2019.

“Guna kelancaran angkutan udara Nataru, Ditjen Hubud akan melakukan pemantauan pada tujuh Bandar Udara Internasional yaitu di Bandara Kualanamu-Medan, Soekarno Hatta-Tangerang, Husein Sastranegara-Bandung, Adi Sucipto-Yogyakarta, Djuanda-Surabaya, Sultan Hasanuddin-Makassar dan dan I Gusti Ngurah Rai-Bali dan 36 Bandara dengan layanan domestik,” urai Dadun.

Puncak masa angkutan udara Nataru yang bersamaan dengan masa liburan sekolah ini diperkirakan akan jatuh pada 22 Desember 2018 ketika liburan sekolah dimulai dan 6 Januari 2019, sehari sebelum para pelajar kembali ke sekolah.

Ditjen Hubud telah menetapkan tiga pilar kebijakan untuk mempersiapkan angkutan udara Nataru yaitu memprioritaskan keselamatan dan keamanan penerbangan, mengoptimalkan kapasitas angkutan udara selama periode masa agkutan Nataru dan meningkatkan pelayanan bagi penumpang angkutan udara.

“Dari kebijakan tersebut kami telah melakukan serangkaian langkah persiapan baik yang terkait armada dan kru, bandara dan personel yang bertugas, serta navigasi penerbangan serta personelnya,” papar dia.

Pihaknya juga akan mengecek langsung kesiapan kelaikudaraan pesawat udara, operasi pesawat udara, awak pesawat, fasilitas bandara baik sisi udara maupun sisi darat, slot time, fasilitas ATS dan personelnya dan hal terkait lainnya termasuk antisipasi bila terjadi keadaan kahar. (omy)