Angkasa Pura 2

KSOP Tanjung Emas Luncurkan Layanan Penumpang Berbasis Boarding Pass

DermagaSabtu, 24 November 2018
IMG-20181124-WA0018

SEMARANG (beritatrans.com) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah meluncurkan pelayanan pejumpang berbasis boarding pass, Sabtu (24/11/2018).

Sistem pelayanan penumpang  dan barang yang mengadopsi sistem pelayanan di bandara tersebut diresmikan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan  R. Agus H. Poernomo.

IMG-20181124-WA0017

“Target pelayanan seperti di bandara ini akan diberlakukan secara bertahap di seluruh pelabuhan di Indonesia, terutama pada pelabuhan-pelabuhan utama,” kata Dirjen Agus.

Menurut Dirjen Agus program seperti ini membutuhkan komitmen kuat dan tidak ada kompromi demi memberikan pelayanan kepada penumpang yang lebih baik.

“Dengan kerja sama semua stake holder saya yakin program ini bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Dirjen Agus juga menyampaikan bahwa program pelayanan penumpang dan barang berbasis boarding pass selanjutnya akan di berlakukan kepada Pelabuhan Murhum Bau-Bau, Pelabuhan Sri Bintan Pura Tanjung Pinang, dan Pelahuhan Kali Adem Jakarta.

Kemudian menyusul Selain diterapkan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Pelahuhan Tulehu Ambon Maluku, dan Pelabuhan Tarakan Kalimantan Utara.

“Keenam pelabuhan tersebut sebagai pilot project pelayanan penumpang dan barang berbasis teknologi informasi seperti layaknya di bandara,” ujar Dirjen Agus.

IMG-20181124-WA0021

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Semarang Ahmad Wahid mengatakan, kegiatan ini menindaklanjuti surat keputusan Dirjen Perhubungan Laut no. PP.001/5/15/DJPL-18 tentang penerapan sistem pelayanan barang dan penumpang angkutan laut berbasis boarding pass.

“Nantinya, hanya penumpang saja yang memiliki tiket yang bisa masuk ke terminal penumpang. Para pengantar hanya sampai diluar,” kata Ahmad Wahid.

Wahid mengungkapkan, saat ini terminal penumpang pelabuhan Tanjung Emas telah dilengkapi dengan X Ray, baik untuk penumpang maupun barang bagasi.

“Setiap pehumpang dan barang bawaannya harus melalui X-ray sehingga barang-barang yang mungkin masuk kategori barang berbahaya dan sebagainya bisa terdeteksi secara dini,” ujarnya.

Menurutnya program ini juga bagian dari rencana dari program sterilisasi pelabuhan sesuai dengan ISPS Code.

Sebelumnya, Dirjen Agus didampingi sejumlah pejabat terkait memeriksa berbagai sarana dan prasarana kesiapan pelayanan penumpang berbasis boarding pass, termasuk mengunjungi KM Lawit milik PT Pelni dan KM Dharma Rucitra 9 milik PT Dharma Lautan Utama (DLU).

Hadir mendampingi Dirjen Agus antara lain Sekretaris Direktorat Jenderal Perhuhungan Laut Arif Toha, Direktur Kenavigasian Basar Antonius, Direktur KPLP M. Junaidi, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Capt. Wisnu Handoko, Direktur Kepelabuhanan M. Tohir, Syahbandar Priok Amiruddin, Kadisnav Cilacap Bambang, KSOP Cilacap Wigyo, KSOP Marunda Yoserizal, KSOP Kumai Capt. Wahyu Prihanto, KSOP Kepulauan Seribu Capt. Herbert E.P Marpaung, KaUPP Pangandaran Kant Dicky, dan para pejabat terkait lainnya. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi & Bowo

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari