Angkasa Pura 2

Ditlantas Polda Metro Jaya Lakukan Grand Launching ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) 

Aksi Polisi KoridorMinggu, 25 November 2018
IMG-20181125-WA0000

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya melakukan grand launching ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) dan IVRIS-SMS INFO 8893 di di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (25/11/2018).

Dikatakan Tulus, dia menghadiri grand launching dimaksud (ETLE)  di Bundadara HI dalam kapasitas sebagai Ketua YLKI.

Penegakan hukum secara elektronik (ELTE) adalah hal yang positif dan layak diberikan apresiasi. Hal yang demikian sudah menjadi kelaziman di sektor lalu lintas, dan sudah lama diterapkan di negara-negara maju.

“Bahkan Kota Ho Chi Min City di Vietnam pun sudah menerapkannya,” kata Tulus lagi.

Pada konteks pelayanan publik, papar Tulus,  ETLE juga merupakan inovasi pelayanan publik karena adanya unsur kebaruan, kemudahan, dan mempunyai akuntabilitas tinggi.

“Dan juga bisa direplikasi di daerah lain. Fenomena suap antara oknum polantas dengan pelaku pelanggar lalu lintas yang selama ini sering terjadi, akan hilang,” kilah Tulus.

Dorong Perilaku Pengguna Jalan

Selain itu, menurut YLKI, ETLE juga akan mendorong perilaku positif bagi pengguna kendaraan bermotor di Jakarta. Pengguna ranmor akan mematuhi rambu-rambu lalu lintas tanpa harus melihat ada polisi atau tidak.

Tetapi akan dimonitor oleh “banyak mata”, yakni kamera-kamera yang bisa meng-capture nomor kendaraan pemilik ranmor, karena berbasis kamera ENPR, jenis kamera tercanggih saat ini.

Oleh karena itu, papar Tulus, masyarakat pengguna ranmor di Jakarta seharusnya lebih patuh, dan waspada untuk tidak melanggar rambu-rambu lalin.

ETLE juga akan mendorong perwujudan lalu lintas di Jakarta yang lebih tertib dan teratur, dan selanjutnya bisa mengurangi kemacetan lalin di Kota Jakarta.

“Salah satu pemicu kemacetan adalah adanya ketidakpatuhan pengguna ranmor di jalan raya,” tandas Tulus.(helmi)

loading...