Angkasa Pura 2

Membangun Transportasi Umum Yang Baik dan Terjangkau Warga Menjadi Kewajiban Pemerintah

Koridor SDMMinggu, 25 November 2018
Djoko-Setijowarno SMG

Bus TransJakarta

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Sudah menjadi kewajiban Pemerintah/ Negara  untuk menyediakan transportasi umum, bahkan sampai memdekati kawasan permukiman dan perumahan

Sayangnya,  dalam UU No. 1/2011 tentang Peumahan dan Pemukiman  tidak mencantumkan aturan rinci seperti itu. “Setiap pembangunan perumahan atau pemukiman juga harus menyediakan fasilitas angkutan umum,” kata Kepala Lab Transportasi dan Akademisi Unika Soegijopranoto Djoko Setijowarno, ST, MT kepada BeritaTrans.com, Minggu (25/11/11/2018).

Di samping itu, lanjt Djoko, kebijakan Pemerintah juga harus disertai  kebijakan push strategies tranpsortation. “Jika tidak, akan sia-sia membuang uang (APBN/ APBD) percuma,” sebut Djoko.

Saat ini, hampi tidak ada atau sedikit penumpang (angkutan umum), karena warga masyarakat lebih memilih sepeda motor yang lebih efisien, murah dan langsung sampai ke titik tujuan.

Menurut Djoko, dulu setiap pengembang yang membangun perumahan di kawasan tertentu, juga dilengkapi dengan angkutan umum dari kompleks itu ke sejumlah titik di Kota Jakarta khususnya. “Sekarang pengembang perumahan tidak menyediakan a angkutan umum atau dilalui trayek a angkutan umum reguler,” papar dia.

Lebih parah lagi, menurut Djoko, beberapa trayek angkutan umum dari dan ke sejumlah kompleks perumahan  tidak ada atau komdisinya sangat memprihatinkan.

“Justru realitas  ini yang sekarang harus direvitalisasi atau dibangun oleh Pemerintah termasuk Pemprov DKI Jakarta dibawah Gubernur Anies Baswedan,” tandas Djoko.

anies-baswedan-681x383

Target Gubernur Anies Baswedan

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyampaikan rencana strategis, yaitu membangun dan  memudahkan warga DKI Jakarta mendapatkan transportasi umum.

“Warga DKI akan memperoleh akses transportasi umum dalam jarak 500 meter dari tempat tinggal maupun tempat kerja,” kaya Anies di Jakarta akhir pekan lalu.

Saat itu, Gubernur Anies, menghadiri nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) antara PT MRT Jakarta dan PT TransJakarta di kantor TransJakarta, Jalan Mayjen Sutoyo, Jakarta.

Arahannya ke depan, menurut Anies, penduduk Jakarta dalam jangkauan 500 meter dari tempat tinggal atau bekerja, sudah bisa mendapatkan transportasi umum,” tukas Anies.

Oleh karenanya, semakin banyak moda transportasi umum yang ada di Jakarta, diharapkan warga ibu kota lebih mudah menjangkau transportasi umum.

Seperti diketahui, tahun  2019 nanti,  proyek MRT dan LRT  Jakarta akan selesai dan bisa dioperasikan untuk masyarakat. Pembangunan TransJabodetabek dan JR Connexion serta JA Connexion makin baik dan merata.

Bus Transjakarta dan Trans Jabodetabek Premium, semakin banyak dan  langsung menjangkau ke pemukiman dan melayani trayek ke Jakarta bahkan sampai Bandara Soekarno-Hatta (Soetta).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan optimis, targetnya di bidang pembangunan dan penbyediaan  transportasi umum bisa terealisir. “Angkutan umum (massal) tersedia bagi warga setiap 500 meter dari tempat tinggal atau tempatnya bekerja,” tegas alumni UGM itu.(helmi).

loading...