Angkasa Pura 2

Kemenhub Undang Jepang Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan Bandara

Bandara KokpitSelasa, 27 November 2018
IMG-20181127-WA0020

IMG-20181127-WA0019

SURABAYA (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan mengundang Jepang untuk meningkatkan kerja sama dalam pengembangan bandara-bandara di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kemenhub Djoko Sasono dalam Pertemuan 9th Vice-Ministerial Level Meeting (VMLM9) Indonesia-Japan di Surabaya, Selasa (27/11/2018).

Dalam pembahasan sub sektor transportasi udara pada sesi Plenary, Djoko menyebutkan, guna mengantisipasi pertumbuhan jumlah penumpang, Indonesia tengah melakukan peningkatan kapasitas di beberapa bandara di kota-kota besar di Indonesia.

“Untuk itu pihaknya membuka peluang adanya kerja sama antarpemerintah (G to G), Pemerintah-Swasta (G to B) maupun Bisnis to Bisnis (B to B) untuk berpartisipasi mendukung pembangunan dan pengembangan bandara,” kata Djoko.

Ministry of Land, Transport, Infratructure and Tourism, Mr. Yasuhiro Shinohara berterimakasih atas sambutan Pemerintah Indonesia dan juga menyampaikan turut berduka cita atas musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah. Pada kesempatan ini mereka berkeinginan untuk membantu pemulihan infrastuktur transportasi yang mengalami kerusakan.

“Indonesia dan Jepang memiliki kondisi yang sama yaitu merupakan negara kepulauan dan sering terjadi gempa, sehingga kerja sama antara kedua negara ini sangat penting untuk saling berbagi bertukar informasi,” ujar Shinohara.

Dia juga berharap agar pertemuan ini dapat menghasilkan percepatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur ke arah yang lebih baik lagi.

Kepala Sub Direktorat penyelenggaraan dan Pelayanan Bandar Udara, mewakili Direktur Bandar Udara Pramintohadi Sukarno, Hasan Bashory menjelaskan tentang kebijakan penyelenggaraan bandara di Indonesia.

Indonesia memiliki 265 bandara yang pengelolaannya dilakukan pemerintah, Badan Usaha Bandar Udara (BUMN serta swasta). Terkait penyelenggaraan bandara, Indonesia menyambut investor dari Jepang untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan serta pengelolaan bandar udara di Indonesia dalam bentuk Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) atau dikenal sebagai PPP.

“Pembiayaan melalui PPP diharapkan dapat mempercepat program peningkatan kapasitas di bandar udara untuk dibangun tanpa bergantung pada ketersediaan APBN,” katanya.

Dengan peluang investasi dalam penyelenggaraan bandara di Hasan juga memaparkan kondisi terkini Bandara Mutiara pasca gempa dan tsunami di Palu.

Bandara Mutiara SIS Al Jufri telah beroperasi normal dengan panjang Runway 2.250X45, namun pada arah threshold RW 33 terdapat retakan sepanjang 250 meter dan saat ini sedang dalam proses penelitian terkait kondisi tanah dan ground improvement di sana.

“Diharapkan pemerintah Jepang dapat sharing experience terkait layanan penerbangan pasca bencana,” imbuh dia.

Menanggapi hal tersebut, Shinohara menyampaikan bahwa pihaknya akan menginformasikan dan mengkoordinasikan lebih lanjut dengan pihak terkait di Jepang untuk dapat mengambil peran baik dalam pembangunan dan pengembangan bandar udara maupun dalam pemulihan kondisi bandara Mutiara Palu.

Detil program-program yang dapat dikerjasamakan antara kedua pihak akan didiskusikan pada sesi Working Group. (omy)

loading...