Angkasa Pura 2

RI-Jepang Gelar Pertemuan Ke-9 Tingkat Menteri Sektor Transportasi Kedua Negara

Bandara Dermaga Emplasemen Koridor Litbang SDMSelasa, 27 November 2018
IMG-20181127-WA0031

SURABAYA (beritatrans.com) – Pemerintah Republik Indonesia dan pemerintah Jepang menggelar pertemuan ke-9 tingkat menteri transportasi di Hotel JW Marriot Sutabaya, Jawa Timur , hari ini, Rabu (27/11/2018).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Sekretaris Kementerian Perhubungan RI Djoko Sasono. Sedangkan delegasi Jepang dipimpin oleh Wakil Menteri Transportasi, Tanah, Infrastruktur, dan Pariwista Yosuhiro Shinohara.

IMG-20181127-WA0034

Hadir mendampigi Sekjen Djoko Sasono antara lain Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut M. Tohir,  Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian Zamrides, Direktur Sarana Ditjen Perkeretaapian Makjen Sinaga, Direktur Sarana Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Sigit Irfansyah, dan Direktur Navigasi Penerbangan DitjenPerhubungan Udara Elfi Amir.

Dalam sambutannya Sekjen Djoko menyampaikan bahwa dinamika perkembangan dunia semakin cepat, mulai dari Megatren Dunia 2045, serta revolusi industri 4.0. Hal ini akan menjadi tren perubahan teknologi yang didominasi oleh teknologi informasi dan komunikasi.

IMG-20181127-WA0023

Di bidang transportasi, selain isu teknologi adalah isu keselamatan, konektivitas, pengembangan transportasi keberlanjutan, pembangunan sarana dan prasarana, dan isu-isu strategis lainnya.

“Kami berharap melalui pertemuan ini dapat membahas serta melanjutkan program- program kerja sama yang telah ada untuk meningkatkan sektor transportasi di kedua negara,” kata Djoko.

IMG-20181127-WA0024

Menurut Djoko, kesempatan membangun infrastruktur transportasi di Indonesia masih sangat banyak. Sebab, saat ini Indonesia sedang mengembangkan seluruh sektor transportasi baik darat, laut, udara, perkeretaapian. Bahkan termasuk mengembangkan Sumber Daya Manusia transportasi dan sektor penelitian dan pengembangan transportasi.

Direktur Kepelabuhanan Ditjen Perhubungan Laut M. Tohir mengatakan ada beberapa hal yang akan menjadi fokus pembahasan dalam pertemuan tingkat menteri RI dan Jepang ini.

IMG-20181127-WA0025

“Diantaranya adalah soal pemulihan infrastruktur perhubungan laut pasca gempa Palu da pembangunan Pelabuhan Patimban Subang,” kata Tohir.

Sedangkan di sektor transportasi darat akan dibahas lebih instensif regulasi PBB terkait pengujian kendaraan bermotor dan membahas soal intermoda.

“Tampaknya Jepang akan lebih tertarik membahas regulasi PBB karena sebagai produsen mobil terbesar dan memiliki pusat produksi di Indonesia, pemerintah Jepang sangat berkepentingan agar Indonesia dapat memenuhi berbagai regulasi PBB tersebut yang jumlahnya mencapai 100 regulasi,” kata Direktur Sarana Transportasi Darat Ditjen Perhubungan Darat Sigit Irfansyah.

IMG-20181127-WA0026

Sementara di sektor perkeretaapian akan mendiskusikan perkembangan pembangunan perkeretaapian di Indonesia seperti Light Rail Transit (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT), serta berbagai pengembangan perkeretaapian di berbagai daerah di Indonesia.

Indonesia juga akan mem-propose pembangunan di sektor transportasi udara, terutama dalam pembangunan bandara-bandara di tanah air.

Selain itu, melalui forum ini Indonesia berharap mendapat dukungan Jepang dalam peningkatan dan pengembangan SDM melalui transfer knowledge. Juga bekerja sama di hidang penelitian dan pengembang sektor transportasi, terutama dalam menghadapi era teknologi dan megatren 2045 serta revolusi industri 4.0.

IMG-20181127-WA0029

Wakil Menteri Transportasi, Tanah, Infrastruktur, dan Pariwista Jepang Hiroshi Narahira menyampaikan bahwa pemerintah Jepang sangat berminat menjalin kerja sama dengan pemerintah Indonesia dalam bidang pengembangan transportasi.

Menurutnya, keseriusan Jepang menjalin kerja sama di sektor transportasi dengan Indonesia semakin diperkuat dengan adanya kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang beberapa waktu lalu.

“Salah satu hasil pertemuan antara Presiden Indonesia dengan Perdana Menteri Jepang adalah pembangunan MRT dan Pelabuhan Patimban,” kata Yosuhiro Shinohara. (aliy)

Foto: Humas Ditjen Hubla/Indi Astono

Terbaru
Terpopuler
Terkomentari