Angkasa Pura 2

Begini Cara Pengereman Kendaraan yang Baik dan Benar

Koridor OtomotifSaturday, 1 December 2018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Saat mengerem bukan hanya kita memberhentikan kendaraan, melainkan juga kita harus berpikir pada posisi mana kendaraan dapat menjaga jarak dengan kendaraan yang ada di depan.

Selama ini, banyak pengemudi yang belum tak teknik pengereman yang baik dan benar sesuai kondisi dan teknologi kendaraan tersebut.  Semuanya perlu dipelajari dan sibiasakan saat mengendara terlebih jika sudah di jalan raya.

Akibatnya,  sering memicu kecelakaan bahkan sampai masuk jurang karena kendaraan tidak bisa berhenti sempurna meski sudah direm (injak pedal ewam) sampai maksimal

Cara pengereman dengan menginjak sekeras-kerasnya perlu kita tinggalkan. “Pengereman mendadak dengan menekan penuh pada rem akan mengunci ban sehingga ban kehilangan daya cengkram pada aspal,” sebut akun @kemenhub151 dan hubdat151 di Jakarta.

Akibatnya, kendaraan juatru akan terus meluncur dan sulit dikendalikan. Mengemudikan kendaraan di jalan raya ada teknik dan ilmunya, termasuk saat akan berhenti dan melakukan pengereman.

Oleh karenanya, saran Kemenhub,   tekan rem secara bertahap ketika menginginkan kendaraan bermotor untuk berhenti dengan selamat.

Dua Cara Pengereman

Lebih lanjut disebutkan, bahwa menekan rem secara bertahap ada dua cara. Pertama, menekan tuas atau pedal rem secara berulang kali dengan cepat.

Caranya dengan tekan-lepas-tekan-lepas-tekan. Kedua, tekan sebagian tuas atau pedal rem beberapa saat lalu tekan semua tuas atau pedal rem.

Rem kendaraan pada dasarnya alat keamanan bagi pengendara kendaraan bermotor, bukan hanya membuat sekedar kendaraan berhenti.

Semua  ini terdapat pada UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, khususnya pasal 106 ayat 3, “Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mematuhi ketentuan tentang persyaratan teknis kendaraan”.(helmi)