Angkasa Pura 2

Sikapi Kecelakaan Transportasi, Ini Beda Birokrat, Polisi dan KNKT

Aksi Polisi Koridor SDMSabtu, 1 Desember 2018
FB_IMG_1543642197965

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Saat terjadi kecelakaan transprtasi, dari moda apapun, para  birokrat, polisi dan media mencari satu hal : siapa yang bersalah. 

“Sementara, ahli keselamatan (baca, KNKT) adalah mencari risk atau penyebab kecelakaan tersebut,” kata investigator KNKT Achmad Wildan, ATD, MT kepada BeritaTrans.com di Jakarta, Sabtu (2/12/2018).

Menurut Wildan, tugas mereka (birokrat dan polisi)  adalah bersikap responsif terhadap suatu kejadian. “Sementara tugas KNKT preventif agar hal itu tidak terulang lagi,” kata dia lagi.

“Kalau KNKT perlu proses untuk menghasilkan sebuah rekomendasi yang bersifat preventif,” sebut doaen PKTJ Tegal dan STTD Bekasi itu.

Jadi prinsip kerja KNKT itu, menurut Wildan,  ada 3  yaitu 1. Tidak boleh menyalahkan,  2. Tidak boleh untuk menuntut ganti rugi, dan 3. Tidak boleh untuk menuntut di depan pengadilan.

“Jadi, tugas KNKT adalah murni untuk mencari penyebab kecelakaan dan bagaimana agar hal itu tidak terjadi lagi,” kilah putra Tegal itu.

Pada saat terjadi suatu kecelakaan, menurut akademisi senior itu, yang harus kita cari dua, paling tidak itu.

“Yaitu,  mengapa kecelakaan itu bisa terjadi dan mengapa korban sampai meninggal. Jika kita tahu jawaban keduanya, maka kita dapat membuat program untuk mencegahnya,” tandas Wildan.(helmi)

loading...