Angkasa Pura 2

1 Januari 2019, 50% Pengemudi Angkutan B3 Harus Tersertifikasi Dari Lembaga yang Diakui

Koridor SDMSelasa, 4 Desember 2018
IMG-20181204-WA0017

IMG-20181204-WA0015

BEKASI (BeritaTrans.com) – Mulai 1 Januari 2019 mendatang, 50% pengemudi angkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) harus sudah tersertifikasi dari lembaga sertifikasi profesi (LSP) yang baik dan diakui Pemerintah.

“Selanjutnya, pada 1 Maret 2019 mendatang, seluruh pengemudi angkutan B3 harus sudah tersertifikasi semua atau 100%,” kata Kasubdit Angkutan Multimoda, Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Ahmad Wahyudi usai pembukaan Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Angkutan B3 dan Multimoda di Bekasi, Selasa (4/12/2018) malam.

Menurutnya, saat ini Ditjen Hubdat mencatat ada 900 perusahaan angkutan B3 di Indonesia. Dari jumlah tersebut, mereka mengoperasikan lebih dari 4.000 armada truk B3 dengan ribuan pengemudi yang “belum jelas” tersertifikai atau tidak.

“Jika satu truk diawaki 1.5 orang, maka kebutuhan truk B3 yang harus tersertifikat (bidang safety) lebih dari 5.000 orang,” papar Wahyudi.

Dirjen Hubdat Budi Setiyadi, menurutnya sudah memberikan arahan, kebijakan 100% awak angkutan B3 harus tersertifikasi semata-mata untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan transportasi, khususnya di angkutan B3 dan multimoda.

Tugas Kita Bersama

Menurut Wahyudi, tugas kita bersama baik Ditjen Hubdat, operator transportasi terutama B3 dan masyarakat harus peduli dan komitmen memenuhi aturan ini. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam transportasi.

“Dengan begitu, dampaknya pada jaminan keselamatan khususnya angkutan B3 dan multimoda akan semakin baik,” jelas Wahyudi.

Oleh karena itu, menurut Wahyudi, maka sebelum mendapattkan sertifikat safety tersebut, mereka harus masuk diklat dulu. “Itu saja belum cukup, karena juga harus diuji dan lulus dengan baik. Sehingga mereka benar-benar layak mendapatkan sertifikasi tersebut,” terang alumni STTD itu lagi.

Selain itu, sertifikasi pengemudi itu yang mengeluarkan adalah dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang diakui otoritasnya dan sesuai standar yang diatur Pemerintah.

Oleh arena itu, dia menambahkan, semua pihak harus bersinergi dan berkontribusi untuk mencapai target tersebut. Yaitu, 100% pengemudi harus bersertikat mulai 1 maret 2019 mendatang.

“Keselamatan transportasi harus terus ditingkatkan. Fakta membuktikan, benerapa kasus kebakaran kapal adaah dipicu oleg B3 yang ditangani secara tidak tepat,” tegas Wahyudi.(helmi)

loading...