Angkasa Pura 2

Ditjen Hubdat dan STTD Gelar Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Angkutan B3 dan Multimoda

Koridor SDMSelasa, 4 Desember 2018
IMG-20181204-WA0015

IMG-20181204-WA0069

BEKASI (BeritaTrans.com) – Direktorat Angkutan Multimoda (AMM), Ditjen Perhubunga Darat (Hubdat) bersama Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) menyelenggarakan Diklat Peningkatan Kapasitas SDM Angkutan B3 dan Multimoda. Kebutuhan SDM profesional dan ahli sekaligus berkeselamatan makin dibutuhkan di negeri ini.

Diklat ini dilaksanakan di Hotel Aston, Bekasi, Jawa Barat. Acara dibuka Kasubdit AMM Ahmad Wahyudi, mewakili Direktur AMM Hubdat, Ahmad Yani, ATD, MT, Selasa (4/12/2018), malam.

Diklat akan berlangsung selama tiga, hari yang diikuti para pejabat dan manager bidang keselamatan di Perusahaan otobus (PO) Ditjen Hubdat, Dinas Perhubungan (Dishub) di berbagai daerah di Indonesia. Sampai pembukaan dilakukan, tercatat ada 53 peserta yang komit datang dan mengikuti diklat ini.

“(Acara) Ini adalah diklat yang pertama digelar Direktorat AMM bersama STTD. Diklat ini dilakukan sebagai tindak lanjut PM No.85 tentang Standard Pengawakan atau SDM Tranportasi yang bersekelamatan,” kata Ahmad Wahyudi, saat menjawab BeritaTrans.com.

Diklat ini fokus pada SDM angkutan bahan berbahaya dan beracun (B3) dan angkutan multimoda. “Denga harapan, ke depan penanganan apsek keselamatan baik di tingkat regulator dan operator transportasi harus makin baik dan sesuai standar yang diatur Pemerintah,” jelas Wahyudi.

Menurutnya, dalam diklat ini nanti akan diberikan materi mengenai sistem manajemen keselamatan (SMK), bagaimana aturannya, standar SDM dan sampai ke aplikasinya di perusahaan.

“Selama tiga hari, materi akan disampaikan para ahli di bidangnya, baik dari Ditjen Hubdat, praktisi, dan akademisi khususna staf pengajar STTD Bekasi,” sebut Wahyudi.

Transportasi Harus Terpadu dan Efisien

Seperti disampaikan Direktur AMM Ahmad Yani, menurut Wahyudi, transportasi menjadi urat nadi perkonomian nasional. Sistem transportasi dan logistik yang baik, efisien, terpadu dan bersinergi sangat dibutuhkan ke depan,” kata Wahyudi menirukan.

Namun begitu, Ahmad Yani mengingatkan, apapun adanya masalah keselamatan harus nomor satu. Dan aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama bagi semua insan transportasi, baik B3, angkutan ultomoda, dan lainnya.

“Keselamatan adalah satu dan sama dimana-mana. Dan aspek keselamatan mutlak harus dipenuhi, jika tidak ingin celaka ,” tegas Wahyudi.(helmi)

loading...