Angkasa Pura 2

Kemenhub Selenggarakan Diklat Kerjasama Triangle Selatan-Selatan Bidang Transportasi Darat Bagi Masyarakat Timor Leste

SDMTuesday, 4 December 2018

BALI (BeritaTrans.com) – Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste masuk dalam 3 besar skala prioritas Pemerintah Indonesia dalam mengimplementasikan skema Kerjasama Selatan Selatan.

Demikian disampaikan Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BSDMP), Kementerian Perhubungan M. Yugihartiman, pada sambutan pembukaan penyelenggaraan Diklat Kerjasama Selatan Selatan (KSS) Integration Urban Transport Policy-Making, Planning and Management for The Developing World, di Prime Plaza Hotel, Sanur-Bali. (3/12/2018).

“Oleh karena itu, kami dengan suka cita mengundang Pemerintah Timor Leste untuk mendiklatkan para pengampu kebijakan di bidang Transportasi Darat khususnya untuk mengikuti diklat ini.” Ungkap M. Yugihartiman yang akrab disapa Yugi.

Kerja Sama Selatan Selatan ini merupakan upaya Pemerintah Indonesia untuk berperan di kancah Internasional dalam mencapai target Pembangunan Nasional, setelah sebelumnya status Indonesia meningkat dari negara berkembang menjadi Middle Income Country (MIC) dan anggota G-20.

“Salah satu cara yang ditempuh adalah memberdayakan peran Indonesia sebagai negara pemberi bantuan kepada negara berkembang melalui kebijakan Kerja Sama Selatan Selatan (KSS).” Ungkap Yugi.

Diklat yang diselenggarakan oleh Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Darat (BPPTD) Bali ini diikuti 17 orang peserta yang berasal dari Kantor Transportasi Republik Demokratik Timor Leste, 2 Orang Dishub Kabupaten Malaka, 2 orang dari Dishub Atambua, 2 orang dari Dishub Timor Tengah Utara (TTU), 1 orang dari Dishub Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), dan 1 orang dari Dishub Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Maksud diselenggarakan diklat ini yaitu untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan para peserta khususnya dalam bidang lalu lintas dan angkutan jalan, sehingga para peserta nantinya mampu melaksanakan tugas dan fungsi dalam mengembangkan sistem transportasi yang selamat, tertib, lancar dan nyaman.” Ungkap Yugi.

Selain itu Yugi juga menambahkan bahwa Diklat ini diselengarakan untuk menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten di bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mereka adalah sosok yang mampu melakukan perencanaan dan penerapan kebijakan jaringan Transportasi Jalan serta Pengelola Sistem Transportasi Jalan dalam rangka peningkatan aksesibilitas dan efesiensi transportasi.

“Sehingga kondisi di daerah perbatasan Timor Leste dan Indonesia bisa tercipta keharmonisan dan kemudahan (sinkronisasi) sistem transportasi yang dapat menunjang kehidupan ekonomi kedua negara.” Tambah Yugi.(helmi)