Angkasa Pura 2

Operator Prasarana KA Makassar-Parepare Ditetapkan Setelah Selesai Lelang KPBU

EmplasemenSelasa, 4 Desember 2018
KA_Makassar

JAKARTA (beritatrans.com)- Kementerian Perhubungan (Kemhub) menyampaikan akan segera menetapkan operator Prasarana Kereta Api (KA) Makassar-Parepare setelah terlebih dahulu selesai proses lelang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Zulfikri kepada beritatrans.com dan aksi.id di Jakarta, Selasa (4/11/2018).

“Operator prasarana segera akan ditetapkan setelah proses pelelangan KPBU ini selesai,” kata Zulfikri.

Sebelumnya disampaikan setidaknya ada 7 badan usaha yang sudah mengajukan penawaran untuk menggarap proyek kereta api Makassar-Parepare. Sebetulnya ada sekitar 24 badan usaha yang menyatakan minatnya, tapi batas waktu pengajuan penawaran pada 9 Juli 2018 lalu hanya 7 badan usaha yang memasukkan penawaran. Ketujuh badan usaha tersebut terdiri dari badan usaha asing, konsorium swasta, dan BUMN.

Zulfikri menjelaskan, jalur KA Makassar-Parepare rencananya dibangun total sepanjang 142 km dengan perkiraan investasi US$ 972 juta. Pemerintah akan menggarap 112 km di antaranya dengan kebutuhan biaya sekitar US$ 548 juta. Sedangkan, sisanya yang sepanjang 30 km akan dikerjakan melalui kerja sama pemerintah badan usaha (KPBU).

Dari total porsi pemerintah sepanjang 112 km, 44 km di antaranya, terbentang dari Palanro ke Barru, ditargetkan segera beroperasi. Untuk mendapatkan operator prasarananya, maka Kemhub mengadakan lelang.

Tahun ini proyek KA Makassar-Parepare direncanakan baru selesai dibangun sepanjang 44 km. Pengoperasian ke-44 km itu rencananya melalui KPBU atau PPP (public private partnership).

Sedangkan pada tahun 2017 hingga tahun 2018, pada segmen Barru – Palanro, Ditjen Perkeretaapian sedang menyelesaikan pembangunan jalur KA di KM 73+600 s/d KM 76+200 dan KM 92+300 s/d KM 119+150 sepanjang ±28 Km.

Selain itu, hingga tahun 2018, pada segmen Barru – Palanro juga akan diselesaikan pembangunan 2 buah Jembatan KA dan 5 stasiun baru yaitu Stasiun Tanete Rilau, Stasiun Barru, Stasiun Takalasi, Stasiun Mangkoso & Stasiun Palanro.

Sedangkan pada tahun 2019 Ditjen Perkeretaapian juga menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan jalur KA pada segmen Barru – Mandai sepanjang ±62,95 Km dan pembangunan 8 stasiun baru pada lintas tersebut.

Terkait pembiayaan pada pembangunan jalur KA lintas Makassar – Parepare sepanjang ±145 Km, untuk segmen Mandai – Palanro sepanjang ±106,95 Km dibiayai APBN melalui skema SBSN.

Sedangkan pada segmen Makassar – Mandai sepanjang ±12 Km dan segmen Palanro – Parepare sepanjang ±23 Km ditawarkan kepada pihak swasta untuk turut serta dalam pembiayaan dengan menggunakan skema KPBU.

Pembangunan jalur KA lintas Makassar – Parepare ini merupakan bagian dari rencana pembangunan jalur KA Trans Sulawesi yang akan menghubungkan Kota Manado di Utara hingga Kota Makassar di Selatan Pulau Sulawesi sepanjang ± 1.513 Km.

Pembangunan jalur KA pada lintas Makassar – Parepare ini juga akan terhubung dengan sentra ekonomi yang mempunyai potensi bagi pertumbuhan perekonomian di Provinsi Sulawesi Selatan seperti budidaya perikanan di Kabupaten Barru, pabrik semen di Maros, pabrik semen di Pangkep, pabrik semen dan PLTU di Barru. (aliy)

loading...