Angkasa Pura 2

Jelang Nataru, Kemenhub akan Atur Pembatasan Kendaraan di Ruas Jalan Tertentu Melalui PM

Koridor OtomotifRabu, 5 Desember 2018
Budi Setiyadi

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan tentang Pengaturan Lalu Lintas Operasional Mobil Barang Selama Masa Angkutan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru (Nataru) 2019.

Kebijakan itu dikeluarkan untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas dan angkutan jalan serta mengoptimalkan penggunaan dan pergerakan lalu lintas.

“Atas dasar tersebut, maka pada 4 (empat) ruas jalan tol dan 3 (tiga) jalan nasional diberlakukan pembatasan kendaraan angkutan barang,” sebut siaran resmi Dirjen Hubdat di Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Kebijakan pengaturan kendaran itu akan dituangkan dalam Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Perhubungan tersebut dibahas pembatasan operasional ini diatur untuk mobil barang.

Draft PM ini sudah selesai dan kini dalam proses harmonisasi dan penomoran di Kementerian Hukum dan HAM. Diperkirakan dalam minggu sudah keluar dan segera disampaikan ke masyakarat.

Ruas Jalan yang Diatur

Adapun kendaraan yang diatur fan dibatasi dengan ketentuan Jumlah Berat Yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, dan mobil barang dengan kereta tempelan atau kereta gandengan. Selanjutnya mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian, tambang, dan bahan bangunan.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi, menjelaskan bahwa guna memperlancar pergerakan kendaraan maka pembatasan operasional mobil barang pada masa Natal mulai berlaku pada 21- 22 Desember, 25 Desember.

Sedangkan untuk periode Tahun Baru dimulai pada 28-29 Desember, dan 1 Januari. “Pada 21 Desember berlaku mulai pukul 00.00 WIB sampai 22 Desember pukul 24.00 WIB dan berlaku dua ruas.

“Kebijakan itu berlaku pada jalan tol Jakarta – Merak, jalan tol Prof. Soedyatmo, jalan tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR), jalan tol Bawen – Salatiga, jalan nasional Medan – Brastagi Tanah Karo, jalan nasional Tegal – Purwokerto, jalan nasional Mojokerto – Caruban,” tegas Dirjen Budi.(helmi)

loading...