Angkasa Pura 2

Isu Kapal Tanpa Awak Dibahas dalam IMO Maritime Safety Committee

DermagaKamis, 6 Desember 2018
IMG-20181206-WA0001

IMG-20181206-WA0002

LONDON (BeritaTrans.com) – Isu kapal tanpa awak dibahas dalam International Maritime Organization (IMO) Maritime Safety Commite (MSC) ke-100 di London 3-7 Desember 2018 dimana Indonesia mengirimkan delegasinya.

Secara jeneral menurut Sekretaris Ditjen Perhubungan Laut yang menjadi Ketua Delegasi Arif Toha, agenda yang dibahas dalam pertemuan MSC ini, termasuk pembahasan mengenai keselamatan bernavigasi, konstruksi dan peralatan kapal.

“Selain itu juga terkait pengawakan dari sisi keselamatan, pengaturan pencegahan tabrakan, penanganan muatan berbahaya, prosedur dan persyaratan keselamatan maritim, informasi hidrografi, pencatatan data kenavigasian, investigasi kecelakaan laut, penyelamatan jiwa di laut, salvage, serta hal-hal lain terkait dengan keselamatan pelayaran,” urai Arif dalam keterangan resminya.

Pada sidang tersebut kata dia, Indonesia menyampaikan intervensi mengenai isu keselamatan pada kapal tanpa awak.

Terkait isu ini, Indonesia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi memang tidak dapat dihindari, namun teknologi kapal tanpa awak ini masih membutuhkan pengembangan lebih lanjut.

“Khususnya terkait regulasi keselamatan dan keamanan pelayaran di mana hingga saat ini peran tenaga manusia sebagai operator kapal masih sangat dibutuhkan,” tuturnya.

Indonesia telah memberikan saran kepada sidang untuk mempertimbangkan lebih dalam terkait penerapan kapal tanpa awak dalam waktu dekat ini.

Arif menyampaikan bahwa MSC merupakan badan teknis IMO tertinggi yang membahas isu keselamatan dan keamanan pelayaran. MSC juga memiliki kewenangan untuk melaksanakan tugas yang didelegasikan dari konvensi-konvensi IMO.

Didalamnya termasuk salah satunya untuk memberikan pertimbangan dan pengajuan rekomendasi dan petunjuk-petunjuk sisi keselamatan pelayaran kepada assembly untuk dapat diadopsi. (omy)

loading...