Angkasa Pura 2

Pelita Samudera Shipping Siap Beli 2 Kapal Induk Kelas Supramax Seharga 11 Juta Dolar AS/Armada

DermagaKamis, 6 Desember 2018
Pelita Samudera Shipping

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Manajemen PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) akan menambah dua armada kapal di tahun 2019. Perseroan menyiapkan dana untuk satu armada sekitar 10–11 juta dollar AS. Armada kapal yang akan dibeli merupakan kapal induk kelas Handymax atau Supramax.

Head of Investor Relation Pelita Samudera Shipping, Adi Hartadi, mengatakan kapal yang akan dibeli merupakan kapal dry bulk cargo. Kapal tersebut biasanya digunakan untuk mengangkut batu bara, nikel, maupun bauksit.

“Untuk beli kapal dananya kombinasi berasal dari kas internal dan pinjaman perbankan. Kalau pinjaman bank biasanya 70 persen dan kas internal 30 persen,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (5/12). Saat ini, Perseroan tengah menjajaki untuk pinjaman baru dengan beberapa bank, baik lokal maupun asing.

Namun, ia belum bisa menyebutkan besaran komitmen pendanaan yang akan dikucurkan oleh pihak perbankan ke Perseroan. “Kami sedang proses, jadi belum bisa bicara mengenai size-nya,” imbuhnya.

Pembelian armada kapal di tahun depan akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan proses negosiasi. Sebab, dalam membeli kapal juga perlu negosiasi untuk mendapatkan harga yang lebih bagus bagi para pemegang saham.

Perseroan juga berhasil mendapatkan pinjaman bank untuk kebutuhan jangka pendek sebesar 12 juta dollar AS. Adapun pinjaman bank sampai 10 juta dollar AS untuk fasilitas pinjaman jangka pendek bertenor satu tahun dan sampai dengan dua juta dollar AS untuk fasilitas kontinjensi dari Citibank NA Indonesia.

Fasilitas pinjaman tersebut tidak memiliki jaminan, mencerminkan tingkat kepercayaan dan keyakinan yang tinggi dari institusi keuangan terhadap prospek bisnis Perseroan. Perseroan berencana menggunakan pinjaman ini untuk kebutuhan pembiayaan jangka pendek, sebagai bagian dari rencana pengembangan armada Perseroan yang berkelanjutan.

Di bulan Desember 2018, Perseroan berencana untuk menambah satu unit kapal tunda dan satu unit kapal induk kelas handymax, yang seluruhnya dibiayai oleh kas internal Perseroan.

Dengan tambahan armada ini, Perseroan berada dalam jalur yang tepat untuk memperkuat posisinya, sesuai dengan visi dan misi Perseroan menjadi penyedia logistik terbaik di kawasan Asia Tenggara.

Adapun total kapal yang dimiliki Perseroan yakni satu kapal induk, kemudian satu kapal lagi yang dibeli pada Desember 2018, dan dua kapal paling sedikit di tahun depan.

“Jadi paling sedikit sampai tahun depan kita punya empat kapal, tapi masih bisa lebih. Kalau kondusif bisa lebih banyak lagi,” ujar dia.

Melihat prospek bisnis tahun depan, menurut dia, Indonesia sebagai negara kepulauan dan pemerintah telah membuat pelabuhan-pelabuhan baru seperti di Kuala Tanjung-Medan, New Port-Makasar, Kijing- Sorong, dan Bitung juga. Hal tersebut tentunya untuk mendukung kawasan industri.

Belanja Modal

Pada tahun 2019, Perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expendicture/capex) sebesar 40 juta dollar AS. Dari jumlah ini, sebanyak 50–60 persen untuk kapal induk, 30– 40 persen untuk kapal tag and batch, dan sisanya untuk perawatan (maintenance).

Perseroan menargetkan pendapatan tahun 2019 tumbuh sebesar antara 25–30 persen dengan marjin laba bersih inti sekitar 10–12 persen.

Ke depan, pengembangan armada yang berkelanjutan untuk dapat melayani basis pelanggan yang lebih besar ditambah keunggulan operasional dan posisi keuangan yang sehat akan menempatkan PT Pelita Samudera Shipping Tbk dalam jalur yang tepat untuk dapat menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi kepada para pemegang sahamnya.

loading...