Angkasa Pura 2

Sipintar, Buat Dokumen Izin Lingkungan Infrastruktur Transportasi Makin Mudah

Bandara Dermaga Emplasemen Kokpit KoridorKamis, 6 Desember 2018
IMG_20181206_132404

IMG-20181206-WA0022

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Terobosan baru digelontorkan Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan (PPTB) Kementerian Perhubungan yakni Sipintar (Sistem Informasi Pengelolaan Lingkungan Hidup).

Diluncurkan satu bulan lalu, menurut Kepala PPTB Ahmad sudah terdapat respon positif dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) di seluruh Indonesia.

“Selama ini UPT masih belum terlalu memahami substansi perizinan terkait dampak lingkungan pada pembangunan infrastruktur transportasi,” jelas Ahmad di sela Festival Inovasi Nasional 2018 di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Dengan sistem yang dibangun PPTB kata dia maka seluruh UPT dapat dengan mudah memeroleh supervisi perizinan lingkungan dengan mengklik Sipintar dan mengirimkan data via online.

Diakui Ahmad, ada beberapa latar belakang dibuatnya Sipintar. Diantaranya adalah sub sektor yang kurang memahani substansi perizinan lingkungan. Mayoritas infrastruktur belum memenuhi izin lingkungan.

Selanjutnya masih ada sub sektor yang kurang disiplin dalam pelaporan pelaksanaan izin lingkungan. Untuknya dibuat proyek perubahan dengan sistem penyusunan dan pelaporan pelaksanaan izin lingkungan, dan lahirlah Sipintar.

Dia menyebutkan bahwa ada beberapa manfaat dari hadirnya Sipintar di lingkungan Kemenhub.

“Kita dapat memastikan jalannya kebijakan perlindungan dan pengelolaan lingkungan dan memberikan kekuatan hukum dalam menjalankan tugas dan fungsi terkait perizinan lingkungan,” ungkapnya.

PPTB memiliki peran supervisi sehingga penyusunan dokumen lingkungan dapat efektif dan terukur. Kedua, dapat memenuhi kewajiban izin lingkungan untuk infrastruktur.

Di sisi lain PPTB juga memiliki data base kegiatan yang berizin lingkungan dan pemantauan pengelolaan lingkungan, serta peningkatan kompetensi jabatang fungsional pengendali dampak lingkungan.

“Saat ini kami memiliki 14 personel tenaga ahli lingkungan yang siap memberikan supervisi,” imbuh Ahmad. (omy)

loading...