Angkasa Pura 2

Pengemudi di Jalan Raya Harus Nyalakan Lampu Sein Dengan Benar, Ini Aturannya

KoridorJumat, 7 Desember 2018
FB_IMG_1544091067810

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Lampu sein merupakan alat komunikasi antarpengendara kendaraan bermotor yang digunakan saat melaju dan berada di jalan dengan tujuan keselamatan.

“Saat kita berpindah lajur kendaraan, nyalakan lampu sein untuk memberikan isyarat kepada pengendara lain terutama yang berada di belakang kita,” sebut akun @kemenhub151 dan @ditjen hubdat.

Dengan menyalakan lampu sein itu, tujuannya adakah, mereka (pengemudi lain) bisa menjaga jarak dan tidak mengerem atau berbelok arah secara mendadak.

Sayang, sampai saat ini masih ada beberapa kendaraan yang berpindah lajur tanpa menyalakan lampu sein. Tidak jarang mereka berhenti seenaknya tak menyalakan lampu sein, atau lampu sein ke ke kiri padahal beloknya ke kanan.

“Tindakan ini bisa membahayakan keselamatan bagi para pengguna jalan lain, bahkan dirinya sendiri,” sebut dia.

Bahaya itu bisa mengancam, termasuk pengemudi dan kendaraan yang dikendarainya. Bukan tidak mungkin bisa ditabrak kendaraan lain jika mereka tak bisa mengendalikan kendaraannya.

Oleh karena itu, Kemenhub menyarankan untuk nyalakan lampu sein saat berpindah lajur. Dengan begitu pengendara di belakang mengerti isyarat dari kita untuk berpindah jalur.

Diatur UU LLAJ

Menyalakan lampu sein saat berpindah lajur sudah diatur oleh UU No. 22 Tahun 2009 pasal 112 ayat 2. Jika terjadi masalah di jalan, mereka bisa kena delik pidana dan ada sanksinya.

‚ÄúPengemudi kendaraan yang akan berpindah lajur atau bergerak ke samping wajib mengamati situasi Lalu Lintas di depan, samping, dan di belakang kendaraan serta memberikan isyarat.”(helmi)

loading...