Angkasa Pura 2

Di Depan Civitas Akademik STTD, Menhub Paparkan Keberhasilan Pemerintah Membangun Jalan Tol

Koridor SDMSenin, 10 Desember 2018
IMG-20181210-WA0069

IMG-20181210-WA00379

BEKASI (BeritaTrans.com) – Pemerintahan Jokowi-JK periode 2016-2018 bulan Oktober sudah berhasil membangun jalan tol sepanjang 511 km. “Sementara, target sampai 2019 mendatang, Pemerintah akan membangun jalan tol sepanjang 1.852 km.”

Demikian disampaikan Menhub Budi Karya Suadi dalam Dialog Interaktif bersama Civitas Akademika STTD dan peserta DPM tahun 2018 di Bekasi, Senin (10/12/2018).

Sementara, total jalan tol yang telah dibangun Pemerintah Indonesia dari 1978-2014 mencapai 748,47 km. “Artinya ada percepatan dalam pembangunan infrastruktur jalan tol, guna mendororong arus logistik nasonal,” kata Menhub lagi.

Oleh karena itu, Menhub mengajak taruna dan peserta DPM serta masyarakat pada umumnya untuk melihat kinerja Pemerinah secara jernih dan sesuai dengan fakta di lapangan.

“Pemerintah dulu sering dikritik karena hanya membangun yang Jawa Centris. Kini paradigma pembangunan dirubah, menjadi Indonesia Centris. Daerah pinggiran atau disebut 3T (terluar, terdepan dan terbelakang) dari wilayah NKRI justru menjadi prioritas utama untuk dibangun,” jelas Menhub lagi.

Pembangunan jalan Trans Kalimantan, Trans Sulawesi sampai Trans Papua terus dioptimalkan pengerjaannya. Dengan membangun infrastruktur jalan, baik arteri atau jalan tol akan mendorong memperlancar permindahan penumpang dan barang.

“Dengan begitu, arus logistik makin lancar dan biaya transportasi bisa ditekan semaksimal mungkin. Itulah salah satu tupoksi Kementerian Perhubungan, yaitu membangun konektivitas dan membuka keterisolasian antarwilayah yang ada saat ini,” papar Menhub dalam dialog yang dipandu MC kondang Farhan tersebut.

IMG-20181210-WA0073

Tol Laut Dan Laju Inflasi

Program Tol Laut juga cukup berhasil menekan disparitas harga barang dan jasa di Tanah Air, terutama di kawasan timur Indonesia (KTI) serta daerah 3T lainnya.

“Program BBM satu harga juga cukup berhasil, dan wilayah cakupannya makin luas. Kini, orang Papua bisa membeli BBM dengan harga sama di Jawa,” aku Menhub didampingi Ka BPSDMP Umiyatun Hayati Triastuti itu.

Dampak positif dari semua itu, tambah Menhub Budi Karya, laju infllasi di Indonesia rata-rata 3.5%. Itu angka yang sangat moderat, dan membuktikan ekonomi tumbuh cukup baik, yaitu di kisaran 5,4%.

“Pembangun yang dilakukan disegala bidang meski belum sesuai target, tapi manfaatnya sudah dirasakan rakyat. Ekonomi tumbuh, harga barang dan jasa terkendali. Dan masyarakat tetap bisa memperolehan penghasilan untuk hidup yang lebih baik bersama kelarganya,” tegas Menhub Budi Karya.(helmi)