Angkasa Pura 2

Disabilitas Butuh Fasilitas Memadai Dalam Pelayanan Kereta Api

EmplasemenSenin, 10 Desember 2018
Deutsche Bahn

BEKASI (BeritaTrans.com) – Di tengah pembangunan infrastruktur transportasi, termasuk kereta api, kita masih membutuhkan pemahaman memadai untuk menyediakan fasilitas cukup untuk aksesibilitas warganegara penyandang disabilitas.

Akssebilitas ini menjadi penting disediakan karena sejatinya penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan jasa perkeretaapian.

Namun fakta memperlihatkan pelayanan perkeretaapian ini masih dapat disebut kurang ramah terhadap mereka. Penilaian itu setidaknya dilontarkan Eddy Haryoto, pengamat transportasi.

“Di tengah semakin tinggi kaum penyandang disabilitas bertransportasi, baik untuk berbisnis, bersekolah, bekerja atau sekadar bersilaturahim menggunakan layanan KA, kita masih abai dalam memberikan perhatian penuh dalam pelayanan kepada penyandang disabilitas. Padahal sesungguhnya penyandang disabilitas itu bukan ingin dibantu, tetapi mereka hanya butuh disediakan fasilitas,” tutur mantan Direktur Utama Perumka (PT KAI) dan PT Angkasa Pura II itu.

Kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id, Senin (10/12/2018), dia mengemukakan regulator dan operator perkeretaapian sebaiknya segera membenahi fasilitas untuk penyandang disabilitas ini, termasuk di layanan KRL Jabodetabek.

Dia menuturkan penyediaan aksesibilitas ini disediakan dari A sampai Z. dari reservasi tiket hingga penumpang ke luar dari kereta dan stasiun. Mulai dari masuk stasiun, akses menuju pintu kereta telah didesain khusus agar kursi roda bisa masuk. Begitu juga lorong dan kursi di dalam KA juga bersahabat dengan kaum difabel.

“Saya nilai tidak mahal investasi untuk menyediakan fasilitas itu. PT INKA dapat menyediakan semacam rampdoor dan fasilitas lain di dalam kereta,” jelasnya.

Dia mengingatkan kita wajib menjalankan Undang-Undang nomor 23 tahun 2007 pasal 54 ayat 1 tentang fasilitas bagi penyandang cacat.

“Saya kira dari pasal itu kita harus melindungi dan melayani penumpang dalam hal keselamatan, keamanan, kenyamanan, naik turun penumpang, penyandang cacat dan kesehatan,” katanya.

Sebelumnya Bagus Supriyanto, Komisi Keselamatan dan Kelayakan Transportasi DTKJ, mengungkapkan keluhan penyandang disabilitas yang menggunakan KRL Commuter Line.

Keluhan itu di antaranya yaitu taping kartu di gate ticketing saat masuk atau keluar stasiun. Gate ticketing bisa diakses setelah lampu berwarna hijau, namun hal itu dikeluhkan penumpang tunanetra.

“Saya kalau taping kartu di pintu masuk itu enggak ngerti apa sudah ke tap atau belum, karena saya kan enggak bisa lihat,” ungkap Bagus, Jumat (16/2/2018).

Bagus menyarankan supaya gate ketika diakses menggunakan kartu dapat mengeluarkan bunyi atau suara. “Kalau bisa kasih suara atau bunyi,” ucap Bagus.

Selain itu, ia mengeluhkan tinggi serta jarak peron lumayan jauh. “Ketinggian dan jarak peron jauh. Terutama Manggarai, ketinggian tiap peron berbeda beda,” ujar Bagus.

Ia membawa pesan rekan-raknya yang Tunadaksa, terutama yang menggunakan kursi roda, bahwa gate terlalu kecil sehingga tidak bisa dilalui kursi roda.

KA BANDARA

Kelompok penyandang cacat mengeluhkan minimnya fasilitas khusus dalam Kereta Bandara Soekarno-Hatta. Ketua Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional (GAUN) Ariyani Soekanwo mengaku kesulitan dalam mencari kursi khusus penyandang cacat.

“Kita belum lihat fasilitas ramah disabilitas di sini. Saya masih kebingungan untuk mencari kursi khusus,” katanya, Selasa, 2 Januari 2018.

Dia mengatakan semua fasilitas umum seharusnya menyediakan pelayanan ramah disabilitas, termasuk kereta bandara. Selain itu, pengelola harus menyediakan staf khusus untuk melayani penyandang cacat.

Ariyani ikut dalam rombongan Presiden Joko Widodo saat meninjau pengoperasian kereta bandara dari Soekarno-Hatta menuju Sudirman Baru. Rangkaian memang penuh sesak karena diisi rombongan dari Presiden, Kementerian, kelompok masyarakat, hingga media massa.

DI LUAR NEGERI

BeritaTrans.com dan Aksi ini melihat berbagai pelayanan untuk kalangan disabilitas di Jerman, Inggris dan Swis. Berikut foto-fotonya:

Kereta disabilitas di Swiss

Kereta ramah disabilitas di Inggris

Triebwagen

(awe).

loading...