Angkasa Pura 2

Di Depan 110 Calon Investor, Dirjen Hubdat Paparkan Peluang Investasi Proving Ground dengan Skema KPBU

Ekonomi & Bisnis Koridor OtomotifSelasa, 11 Desember 2018
IMG-20181211-WA0012

IMG-20181211-WA0011

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Darat (Hubdat) Budi Setiyadi memberikan sambutan dan pengantar pada acara Market Sounding KPBU: Proving Ground BPLJSKB Bekasi di BKPM Jakarta, Selasa (11/12/2018).

Dalam acara yang dihadiri 110 calon investor lokal dan asing itu, Dirjen Budi menyampaikan, proving ground dibutuhkan untuk menyempurnakan proses uji tipe kendaraan yang akan masuk ke Indonesia sebelum dijual untuk umum.

Selama ini, lanjut dia, BPLJSKB Bekasi sudah memiliki fasilitas uji lab kendaraan di dalam ruangan. Tapi hasil uji tipe kendaraan akan lebih akurat jika ada uji out door, maka dibutuhkan proving ground tersebut.

“Untuk membangun proving ground di BPLJKB Bekasi dibutuhkan dana aekitar Rp1.72 triliun. Kalau semua harus menggunakan dana APBN sangat lama dan butuh proses panjang,” kata Dirjen Budi di depan ratusan investor itu.

Oleh karena itu, jelas dia, Kementerian Perhubungan mencoba menawarkan proyek proving gound itu kepada swasta dengan skema kerja sama pemerintah badan usaha (KBPU).

“Melalui market sounding ini, Kemenhub berharap bisa menjaring calon investor yang terbaik,” papar Dirjen Budi.

Saran dan Masukan

Di sisi lain, menurut dia, Pemerintah melalui Kemenhub tetap terbuka adanya saran dan masukan dari para investor demi kebaikan dan pola kerja sama ke depan.

“KBPU nanti harus memberikan nilai tambah besar, terjadi proses alih teknologi sekaligus perbaikan pelayanan ke masyarakat dan dunia usaha,” terang Dirjen Budi.

Melalui market sounding dan proses lain yang akan dijalani hari ini, tambah Dirjen Budi, pihaknya berharap bisa menjaring calon investor potensial sekaligus bisa direalisasikan dengan cepat dan baik.(helmi)

loading...