Angkasa Pura 2

Ditjen Perkeretaapian Minta PT KAI Tidak Operasikan Sarana dan Prasarana Bodong

EmplasemenRabu, 12 Desember 2018
IMG-20181212-WA0019

IMG-20181212-WA0020
CIREBON (beritatrans.com) – Menghadapi angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Direktorat Jenderal Perkeretaapian meminta agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) tidak mengoperasikan sarana, prasarana, dan SDM yang tidak laik.

Demikian disampaikan Direktur Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Edi Nur Salam di sela-sela kegiatan inspeksi kesiapan sarana dan prasarana kereta api jalur utara Pulau Jawa dalam menghadapi angkutan Nataru, di Cirebon, Jawa Barat, Rabu (12/12/2018).

“Kami sudah kirimkan surat edaran kepada PT KAI beserta Daop dan Divre agar tidak mengoperasikan sarana, prasarana, dan SDM yang tidak laik. Artinya tidak memiliki sertifikat kelaikan dan keahlian alias bodong,” kata Edi.

Khusus untuk Daop 3 Cirebon, Edi berpesan agar mempersiapkan angkutan Nataru dengan lebih baik dan lebih waspada. “Daop 3 Cirebon itu salah satu Daop tersibuk karena menjadi tempat bertemunya lintasan kereta api jalur utara dan selatan,” ujar Edi.

Menurut Edi, Daop 3 memiliki benerapa titik krusial dan rawan, yaitu tanah yang labil dan longsor, terutama pada musim penghujan seperti yang sering terjadi di akhir dan awal tahun.

“Untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan kami sudah mengantisipasi dengan menempatkan Amus (alat material untuk siaga) seperti crane dan lain sebagainya,” jelas Edi.

Berdasarkan laporan Kepala Daop 3, PT KAI juga telah memasang informasi pembatas kecepatan di titik-titik rawan longsor dan tanah labil. Untuk di daerah-daerah rawan tersebut kecepatan kereta api harus di bawah 20 kilo meter per jam. Dalam kondisi rel normal, kereta api di lintas utara ini mampu dipacu antara 80 hingga 100 kilometer per jam.

Untuk titik rawan perlintasan sebidang, Ditjen Perkeretaapian dan PT KAI telah membuat spanduk-spanduk peringatan dan menambah SDM penjaga di titik-titik perlintasan sebidang yang rawan terjadinya kecelakaan.

“Kami bersama PT KAI telah memasang spanduk peringatan dan menambah penjaga di sekitar 130 perlintasan sebidang,” tutur Edi.

Selama tiga hari ke depan, Rabu-Jumat (12-14/12/2018), Ditjen Perkeretaapian bersama PT KAI melakukan inspeksi rel di lintas utara dan lintas selatan pulau Jawa. Kegiatan ini rutin dilakukan, terutama menjelang angkutan Lebaran, Natal, dan Tahun Baru.

“Tujuannya untuk memperkuat koordinasi dan menemukan hal-hal yang perlu lebih diperhaiki lagi demi terciptanya angkutan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman,” tutup Edi. (aliy)

loading...