Angkasa Pura 2

Bangun Budaya Masyarakat, Ditjen Hubdat Perkuat Angkutan Umum dan Bus Sekolah di Tanah Air

KoridorKamis, 13 Desember 2018
Bus PPD Transjakarta1

bus-sekolah-jakarta

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat) Kemenhub sedang membangun budaya masyarakat untuk mulai meninggalkan angkutan pribadi dan mulai menggunakan angkutan umum.

“Saat ini angkutan umum sedang dan terus diperbanyak, dan akan dilanjutkan pada tahun 2019 mendatang. Pememrintah akan kembali melakukan pengaadaan bus untuk angkutan umum di Indonesia,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Selanjutnya, Ditjen Hubdat juga akan mendorong Pemerintah Kabupaten/ Kota dan Provinsi untuk melakukan manajemen rekayasa lalu lintas di 2019 sesuai kondisi dan tantangan di daerah masing-masing.

“Ditjen Hubdat bersama Korlantas Polri sudah mulai membicarakan masalah pembatasan kendaraan, seperti di Jabodetabek, ganjil-genap, lajur khusus angkutan mum di tol dan lainnya,” ujar Dirjen Budi dalam paparannya.

Bangun Angkutan Umum

Sementara dalam pencapaian pembangunan dalam bidang Sarana selama 2015 hingga 2018, Ditjen Hubdat telah membangun 14 unit kapal, 5 unit bus air, dan pembangunan 2 unit kapal di Danau Toba.

Pembangunan di bidang sarana meliputi 1.918 unit Bus Rapid Transit (BRT), beberapa diantaranya yaitu 15 unit bus pemadu moda, 100 unit angkutan umum, dan 180 unit bus pelajar/ mahasiswa ke berbagai lembaga dan institusi di Tanah Air.

“Ada pula 5 unit bus air telah kami serahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Pembangunan kapal danau sudah selesai 1 unit di Danau Toba,” sebut Dirjen Budi.

Seperti diketahui, Danau Toba adalah Kawasan Strategis Pariwisata Nasional, dan semua oihak harus mendukung termasuk Kemenhub RI.

“Ditjen Hubdat akan membangun 3 kapal di sana, selain itu akan ada 5 dermaga di Danau Toba,” tandas Dirjen Budi lebih jauh.(helmi)

loading...