Angkasa Pura 2

Angkutan Perintis dan Jembatan Udara jadi Prioritas Ditjen Hubud

Bandara KokpitJumat, 14 Desember 2018
IMG-20181214-WA0000

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Polana B. Pramesti memaparkan capaian pembangunan sektor transportasi udara sampai dengan menjelang penghujung 2018.

Bersama para eselon 1 di lingkungan Kementerian Perhubungan mendampingi Menhub Budi Karya Sumadi dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2018 menyampaikan capaian empat tahun Sektor Perhubungan.

“Dalam kurun waktu empat tahun telah banyak yang dicapai oleh Ditjen Hubud mulai dari pembangunan bandara, terminal bandara, hingga penambahan rute-rute penerbangan baru,” jelas Polana di Jakarta, Kamis (13/12/2018).

Menurutnya, 10 bandara baru telah selesai dibangun dan sudah dioperasikan yaitu Bandara Anambas di Kepulauan Riau, Namniwel, Miangas, Morowali, Werur, Maratua, Koroway Batu, Kertajati, Samarinda Baru, Tebelian.

Sedangkan Pantar, Siau, Tambelan, Muara Teweh, dan Buntukunik ditargetkan akan selesai dan mulai dioperasikan pada 2019. Selain itu, sepanjang tahun 2015-2018 terdapat 408 kegiatan revitalisasi bandara di seluruh Indonesia.

“Peningkatan prasarana pendukung pelayanan angkutan udara, menjadi salah prioritas kami di Ditjen Hubud,” ujar Polana.

Jembatan Udara untuk logistic atau kargo juga terus digeber. Tahun ini terdapat lima Bandara Hub dan 39 penerbangan dan telah mendistribusikan sebanyak 46,85 ton/minggu pada koordinator wilayah Tarakan, Masamba, Wamena, Timika dan Dekai.

Jumlah ini mengalami kenaikan dibandingkan dengan tahun 2017 yang terdiri dari empat Bandara Hub dan dilayani 12 penerbangan.

Hingga tahun 2018, Ditjen Hubud juga telah mengukir prestasi tingkat Internasional dengan capaian bidang keselamatan penerbangan.

“Diantaranya Capaian Effective Implementation terhadap standar ICAO pada tahun 2017 telah mencapai 80,34%, mendapatkan Federal Aviation Administration Category I tahun 2016 dan pencabutan EU Banned di tahun 2018,” papar dia.

Untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih, pihaknya akan mengadakan program lanjutan dengan bekerja sama dengan negara-negara yang lebih maju pada sektor penerbangan seperti Perancis, Australia dan organisasi lembaga penerbangan internasional.

“Kami juga terus melakukan peningkatkan pengawasan, kapasitas inspektur dan juga penegakan hukum,” ujar Polana. (omy)

loading...
Terbaru
Terpopuler
Terkomentari