Angkasa Pura 2

BPTJ Usulkan Sistem Ganjil-Genap Diperpanjang di 2019 Sampai ERP di Jakarta Siap Diterapkan

KoridorJumat, 14 Desember 2018
IMG-20181214-WA0035

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Badan pengelola Tansportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan pembatasan kendaraan dengan skema ganjil-genap di Kota Jakarta diperpanjang sampai sistem electronic road pricing (ERP) atau jalan berbayar siap diberlakukan.

“Targetnya ERP sudah siap tahun 2019 mendatang. ERP sudah bisa diterapkan di Jakarta, karena persiapan sudah lama” kata Kepala BPTJ Baambang Prihatono kepada pers di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Menurutnya, selama ini BPTJ mengatur ganjil genap di jalan tol, sepeti Jaoek dan Janger. Sedang ganjil-genap di jalan arteri kota Jakarta diatur oleh Gubernur DKI.

Seperti diketahui, usai perhelatan Asian games dan Asian Para Games, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kebijakan ganjil-genap sampai 31 Desember 2018.

“Namun, sistem ganjil-genap di Jakarta dinilai cukup berhasil. Kita (BPTJ) mengusulkan Gubernur DKI memperpanjang kebijakan itu sampai ERP siap diberakukan,” kata Bambang Pri lagi.

Kemacetan Sangat Parah

Kemacetan lalin di Jakarta dan sekitarnya termasuk di ruas tol Japek, Janger dan Jagorawi sudah demikian parah. Laju kecepatan kendaraan menjadi sangat lambat, bahkan kadang-kadang macet total.

“Kalau dibiarkan, bisa berdampak negatif. Itu yang perlu dicarikan solusinya,” jelas Bambang Pri lagi.

Menurut dia, sistem ganjil-genap itu memang tak bisa terlalu lama. Ibarat obat, dia hanya seperti obat generik, atau temporer saja.

“Tapi, kondisi lalin di Jabodetabek harus segera diatasidan perluada kebijakan darurat dan mendesak dilakukan,” sebut Bambang Pri.

“Untuk mengatasi kemacetan, termasuk di banyak negara adalah dengan ERP ini. Tapi, untuk diterapkan di Indonesia masih butuh proses,” tandas Bambang Pri.(helmi)