Angkasa Pura 2

Ditjen Hubud akan Wujudkan Multy Airport System

Bandara KokpitJumat, 14 Desember 2018
IMG_20181214_092033

KULON PROGO (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mengatur mewujudkan multy Airport System utamanya pada Bandara Baru Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/ NYIA) dan bandara-bandara sekitarnya yaitu Bandara Adi Sutjipto Yogya dan Bandara Adi Sumarmo Solo.

Bandara baru ini akan dikembangkan untuk melayani penerbangan domestik jarak jauh dan internasional dengan jarak tempuh penerbangan lebih dari satu jam.

“Sedangkan Bandara Adi Sutjipto akan dipakai untuk penerbangan jarak dekat dan penerbangan general aviation. Sedangkan Bandara Adi Sumarmo juga akan tetap dikembangkan untuk domestik dan internasional,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti saat mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Bandara Baru Internasional Yogyakarta Jumat (14/12/2018).

Bandara baru ini kata dia, akan mempunyai landasan yang lebih panjang dan kapasitas terminal penumpang dan kargo yang jauh lebih besar dari bandara lama di Yogya.

Dengan demikian akan dapat melayani pesawat besar seperti Boeing B777, Airbus A380, A330 dan lainnya yang mampu terbang jarak jauh dan membawa banyak penumpang.

“Ini bisa menjadi bandara pengumpul bagi bandara-bandara di sekitarnya,” ujar Polana.

Beberapa rute internasional yang ditargetkan bisa dilayani dari bandara baru ini misalnya dari Jepang, China dan Korea serta Arab Saudi untuk penerbangan umroh.

Untuk menunjang multy airport system ini juga sudah disiapkan dukungan multimoda berupa kereta api dan bus untuk mengangkut penumpang bolak-balik dari bandara lama yaitu Bandara Adi Sutjipto menujuĀ  Bandara Baru Internasional Yogyakarta.

Dari bandara lama menuju bandara baru bisa ditempuh dengan kereta selama 30 menit dilanjutkan bus selama 10 menit. Atau bisa menggunakan transportasi darat melalui jalan raya selama sekitar 1,5 jam perjalanan.

“Dengan multy airport system ini operasional tiga bandara akan saling melengkapi dan dengan demikian bisa dikembangkan bisnisnya bersama-sama. Daerah sekitar bandara juga akan bisa lebih hidup dan meningkat perekonomiannya,” lanjutnya.

Dari tinjauan lapangan hari ini, pembangunan seluruh infrastruktur bandara baru ini baik dari sisi landside maupun airside sudah mencapai 19 persen. Target direncanakan akan mencapai 50 persen pada pril 2019, dimana untuk minimum operasional akan dioperasikan terminal Internasional.

Bandara Baru ini akan mempunyai landasan sepanjang 3.250 meter dan area parkir pesawat berkapasitas hingga 23 pesawat pada tahap I tahun 2019.

“Sedangkan tahap Ultimate ditargetkan landas pacu diperpanjang menjadi 3.600 meter dan pengembangan area parkir pesawat berkapasitas hingga 37 pesawat,” imbuh Polana.

Nantinya juga dilakukan pengembangan lanjutan terminal penumpang menjadi 236 ribu meter persegi, yang mampu menampung hingga 25 juta penumpang pertahunnya. (omy)