Angkasa Pura 2

BPTJ Butuh Rp600 Triliun Untuk Membangun Transportasi Jabodetabek Sampai 2029

KoridorSabtu, 15 Desember 2018
IMG-20181215-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) Bdan Pengelola Transportsi Jabodetabek (BPTJ) dalam tupoksinya mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2018 tentang RITJ atau Rencana Induk Transportasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi Tahun 2018-2029.

Dengan mengacu kepada Perpres itu, BPTJ menentukan timeline kerja hingga pembiayaan. Selanjutnya, untuk membangun transportasi di Jabodetabek butuh dana sampai Rp600 triliun. Sementara dana itu belum bisa dipenuhi dari APBN/ APBD sendiri.

“Untuk memenuhi kebutuhan dana yang besar itu, BPTJ merancang strategi pembiayaan yang diperoleh dari skema kerja sama antara pemerintah dan badan usaha (KPBU) dan pembiayaan investasi non-anggara (PINA),” kata Kepala BPTJ Bambang Prihartono di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Dikatakan, BPTJ terus berusaha menghimpun berapa kebutuhan investasi yang dibutuhkan mulai 2018 sampai 2029. Total investasi yang dibutuhkan untuk benahi itu adalah sebesar Rp600 triliun.

Oleh karenanya, BPTJ menekankan, pentingnya keterlibatan swasta dalam pembangunan tersebut. “Untuk membangun infrastruktur transportasi di Jabodetabek tak bisa terus-menerus mengandalkan APBN atau APBD,” ucapnya.

Target Capaian BPTJ

Bambang mengatakan, hingga 2018 capaian realisasi RITJ untuk cakupan angkutan umum baru mencapai 30 persen. Sementara, BPTJ menargetkan angka itu mencapai 80 persen di 2029.

“Cakupan angkutan umum yang sekarang baru sekitar 30 persen, nanti di akhir 2029 mencapai 80 persen,” papar Bambang Pri.

Dia menambahkan, nantinya akan ada transportasi umum setiap 500 meter di sepanjang jalan Jabodetabek. Masyarakat bisa mendapatkan layanan angkutan umum maksimum jalan 500 meter.

Kemudian, papar Bambang Pri? kecepatan kendaraan saat jam puncak yang saat ini rata-rata hanya 12 km per jam di Jabodetabek akan meningkat menjadi 30 km per jam.

“Perpindahan moda tidak boleh lebih dari tiga kali dalam satu kali perjalanan, makanya ada JR Connexion (bus dari perumahan). Target kami tambahan unit jadi 1.000 unit, Alhamdulillah saat ini sudah mulai. Iulah kegiatan yang sudah mulai kita kerjakan,” tandas Bamabng Pri.(helmi).

loading...