Angkasa Pura 2

Tiga Maskapai Terbang dari Bandara Kertajati, Awaluddin: Jadi Alternatif Layanan Angkutan Mudik Nataru

Bandara Kokpit KoridorSabtu, 15 Desember 2018
IMG-20181215-WA0018

TANGERANG (BeritaTrans.com) – Direktur Utama (Dirut) PT Angkasa Pura (AP) II M. Awaluddin mengatakan, mulai hari ini Sabtu (15/12/2018) ada tiga maskapai penerbangan dari Bandara Kerajati, Majalengka, Jawa Barat. Mereka bisa menjadi alternatif layanan angkutan mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019 mendatang.

Maskapai itu adalah Citilink Indonesia, Garuda Indonesia dan Trans Nusa. Mereka terbang dari Kertajati ke berbagai kota di Indonesia, seperti Surabaya, Medan, Semarang serta beberapa kota di Kalimantan.

“Dalam proposal mereka, mulai 15 Desember 2018 ada tiga maskapai dari Bandara Kertajati. Mereka siap terbang melayani masyarakat termasuk menjelang mudik Nataru,” kata Awaludin di Bandara Soetta, Tangerang, Sabtu.

Dikatakan, kalau ada permintaan extra flight nanti akan diarahkan terbang dari Bandara Kertajati. “Disana slot time masih ada, dan angkutan pemadu moda juga makin baik dan lancar,” jelas Awaluddin.

Layanan DAMRI ke Bandung

Mulai hari ini, papar dia, manajemen AP II bersama Perum DAMRI menyiapkan angkutan pemadu moda dari Bandung ke Bandara Kertajati, Majalengka.

“Bus pertama akan berangkat jam 05.00 dan kedua jam -07.00 WIB dari Bandung ke Kertajati PP. Jika permintaan tinggi, pihak DAMRI siap menambah armada yang dioperasikan,” tukas Awaluddin.

Menurutnya, terbang melalui Bandara Kertajati ke depan makin baik dan mudah. Selain tidak macet, penumpang yang akan melanjutkan perjalanan ke Bandung, atau Jakarta lebih mudah.

Masyarakat bisa juga melanjutkan perjalanan ke Jawa Tenah dan DIY. Masyarakat baik baik bus AKAP atau dari stasiun KA terdekat sesuai tujuan yang dikehendaki.

“Ke depan, jangan lagi terpaku harus terbang ke Bandara Soetta atau Halim jika ingin ke Jakarta. Kini ada Bandara Kertajati yang cukup baik,” terang Awaludin.

Dengan tambahan penerbangan dan maskapai dari Bandara Kertajati, manajemen AP II bisa melayani dengan jangkauan yang makin luas. Kapasitas dan daya tampung bandara juga lebih besar.

“Kemacetan lalin di tol menuju Bandara Soetta atau Halim bisa diatasi dengan terbang melalui Bandara Kertajati,” tegas Awaluddin.(helmi)

loading...