Angkasa Pura 2

Diwakili Direktur AMM Ahmad Yani, Ditjen Hubdat Gelar Aksi Keselamatan Transportasi Darat 2018 di Balikpapan

Koridor SDMMinggu, 16 Desember 2018
20181216_075315

20181216_075453

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – Ditjen Perhubungan Darat (Hubdat), Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggelar acara Kampanye “Aksi Keselamatan Transportasi Darat 2018” di Kota Balikpapan, Kalimanan Timur, Minggu (16/12/2018). Pada acara ini, sekaligus penyerahan secara bus sekolah bantuan teknis dari Kementerian Perhubungan Tahun Anggaran 2018.

Bus sekolah ini merupakan bagian dari wujud komitmen Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam membantu peningkatan pelayanan angkutan kepada masyarakat.

“Keselamatan transportasi jalan sudah merupakan isu global yang telah mendapatkan perhatian internasional. Sejak tahun 2017, Global Road Safety Week ke-4 mengambil tema Save Lives #SlowDown,” kata Direktur Angkutan Multimoda (AMM) Ahmad Yani, ATD, MT saat membacakan sambutan tertulis Dirjen Hubdat Budi Setiyadi.

IKut hadir pada acara tersebut, Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur , Walikota Balikpapan, Perangkat Daerah Kalimantan Timur, Kepala BPTD Wilayah XVII Provinsi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.

Hadir pada acara tersebut pelajar dam mahasiswa serta masyarakat umum dan assosiasi terkait di Kota Balikpapan, Kaltim. Acara berlangsung meriah dan audiens sudah hadir sejak pagi hari yang cerah ini.

Manajemen Kecepatan

Menurutnya, tema ini fokus pada manajemen kecepatan dan mendorong orang untuk mengambil komitmen untuk mengurangi kecepatan pada saat berkendara.

Dengan menguragi kecepatan 5%, maka akan berdampak besar dan bisa menurunkan potensi kecelakaan dengan fatalitas yang tinggi di jalan raya sampai 30%. “Demi keselamatan, kini saatnya mengurangi kecepatan kendaraan di jalan raya,” seru Yani.

Sebagaimana tertuang di dalam UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bahwa tujuan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), jelas Yani, tujuannya adalah demi terwujudnya pelayanan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, selamat, tertib, lancar, dan terpadu dengan moda angkutan lain.

“Semua itu untuk mendorong perekonomian nasional, memajukan kesejahteraan umum, memperkukuh persatuan dan kesatuan bangsa serta mampu menjunjung tinggi martabat bangsa,” tandas Yani.(helmi)

loading...