Angkasa Pura 2

Ini Beberapa Fakta tentang Kecelakaan Jalan Raya Dan Perlunya Mengurangi Kecepatan Kendaraan

Aksi Polisi Koridor SDMMinggu, 16 Desember 2018
IMG-20181216-WA0005

IMG-20181216-WA0004

BALIKPAPAN (BeritaTrans.com) – Kini ada beberapa isu penting terkait keselamatan jalan yang layak dicatat bersama. Semua ini penting, agar kita semua bisa mengambil pekajaran sekaligus meningkatkan keselamatan jalan di masa mendatang.

“Pada tahun 2015, kecelakaan lalulintas adalah penyebab kematian nomor 2 terbesar di dunia,” kata Dirjen Hubdat Budi Setiyadi dalam sambutan tertulis yang dibacanakan Direktur AMM Ahmad Yani, pada Aksi Keselamatan Jlan di Balikpapan, Minggu (16/12/2018).

Dikatakan Yani, fatalitas akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia masih cukup tinggi. “Tahun 2017, korban meninggal dunia mencapai 31.170 jiwa atau 3-4 orang meninggal dunia setiap jam,” jelas dia.

Menurut Yani, ada 80% korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas adalah pada kelompok usia produktif (usia: 15-64 tahun).

Implikasinya, sehingga berpotensi menurunkan tingkat kesejahteraan keluarga.

Sementara, jnis kendaraan yang mengalami kecelakaan lalu lintas pada tahun 2016 didominasi oleh sepeda motor, mencapai 72%.

“Jumlah laka lantas berdasarkan faktor mengemudi yang disebabkan karena melampaui batas kecepatan sebesar 7.369 kejadian pada tahun 2016,” papar Yani.

Tentang Kecepatan di Dunia

Menurut Yani, pengurangan 5% dari kecepatan rata-rata kendaraan dapat mengurangi 30% kecelakaan lalu lintas yang fatal.

Ketika kendaraan bermotor berbaur dengan pejalan kaki dan pesepeda, menurut Yani, maka batas kecepatan kendaraan bermotor harus di bawah 30km/jam.

Ahmad Yani menambahkan, di 47 negara di dunia telah telah mengimplementasikan batas kecepatan di wilayah perkotaan ≤ 50km/jam.

Selanjutnya mengizinkan pemerintah daerah untuk mengurangi batas kecepatan sesuai dengan kebutuhan di daerah masing-masing.(helmi)

loading...