Angkasa Pura 2

Instrans: Tarif Angkutan Online Saat Ini Tidak Ekonomis

Koridor SDMMonday, 17 December 2018

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Berdasarkan survei yang dilakukan Instrans (Institut Studi Transportasi), LSM Transportasi terhadap 600 responden pekerja angkutan online, baik Ojek online (Ojol) maupun taxi online, mayoritas responden menilai bahwa tarif rupiah/km yang ditetapkan oleh aplikator saat ini sangat tidak ekonomis.

“Tarif yang dinilai ekonomis berkisar antara Rp3.000 – Rp4.000. Sementara tarif yang ada sekarang dibawah Rp2.000/ km,” kata Direktur Instrans Darmaningtyas menjawab BeritaTrans.com di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, penentuan tarif Ojol ini sepenuhnya ada pada aplikator. Sedangkan kecemasan yang dihadapi oleh mayoritas responden adalah mengalami suspend sewaktu-waktu maupun di-suspend secara permanen.

“Otoritas suspend ini ada pada aplikator. Menghadapi tekanan aplikator yang begitu menyiksa tersebut, diperlukan soliditas dari para pengemudi angkutan online agar mereka mampu memberikan pressure kepada aplikator agar lebih peduli pada penderitaan pengemudi,” jelas Tyas, sapaan akrab pamong Perguruan Taman Siswa itu

Namun bila antara pengemudi terjadi polarisasi akibat perbedaan pilihan presiden, menurut Tyas, maka itu melemahkan pengemudi itu sendiri. “Menjelang Pilpres dan Pemiu Legislatif 2019 nanti, angkutan online akan menjadi rebuta para kontestan untuk menjaring suara. Ditulah mereka harus waspada,” pesan Tyas.

Pilpres dan juga Pileg merupawan hak setiap warga negara, termasuk pengemudi angkutan umum online. “Jangan mudah diadu domba untuk kepentingan sesaat. Tetap fokus pada pekerjaan, dan tentuya juga keamanan dan keselamatan diri dan penumpangnya di jalan,” sebut Tyas.

“Pengemudi angkutan online semestinya mempertahankan indepensi mereka demi menjaga soliditas organisasi mereka,” tandas Tyas.(helmi)