Angkasa Pura 2

Pemprov Jawa Barat Juga Larang Kendaraan Angkutan Berat Melintas di Jalur Utama Mudik Nataru

Aksi Polisi KoridorSenin, 17 Desember 2018
IMG-20181217-WA0001

IMG_20181007_074125

CIAMIS (BeritaTrans.com) – Pemprov Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan dengan surat No.551/2018/SEKRE mengenai Pengaturan Pengoperasikan Kendaraan Angkutan Barang Pada Saat Libur Panjang Natal 2018 & Tahun Baru (Nataru) 2019.

Kebijakan itu mengacu pada PM No.115/ 2018 tentang pengaturan kendaraan barang menjelang libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Surat tertanggal 14 Desember 2018 itu ditandatangani Kepala Dishub Jawa Barat Dr.H. Dedi Taufik, M.Si yang ditujukan kepada Kadishub Kabupaten/ Kota di Jawa Barat.

Dalam surat tersebut, kendaraan berat dilarang melintas di jalur mudik Nataru termasuk jalan lintas selatan Jawa Barat untuk libur Natal mulai tanggal 24 Desember jam 00.00 sampai 26 Desember 2018 pukul 24.00.

Sementara, untul libur Tahun Baru 2019, kendaraan berat dilarang melintas mulai tanggal 31 Desember 2018 puul 00.00 sampai 2 Januari 2019 pukul 24.00.

Menurut surat tersebut, larang melintas bagi kendaraan angkutan berat di jalan nasional yang menjadi jalur mudik, termasuk jalan lintas selatan Jawa Barat.

Kendaraan berat dengan ketentuan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) 14.000 kn (14 ton), mobil dengan sumbu tiga atau lebih, Mobil dengan kereta tempelan atau gandengan.

Serta mobil angkutan yang digunkaan untuk mengangkut bahan galian meliputi tanah, pasir, batu, bahan tambang batubara, dan bahan bangunan meliputi besi/ logam, semen dan kayu.

Sementara, ada beberapa jenis kendaraan yang dikecualia, yaitu truk angkutan bahakan kebutuhan pokok (sembako), BBM, barang ekspor impor, ternak, puouk, hantaran pos, uang, berat, terigu dan jagung. Selanjutnya gula apsir, sayur, buah, daging dan ikan, minyak goreng, mentega serta susu, telur dan garam.

Pemkab Ciamis Mendukung Penuh

Pemkab Ciamis dan seluruh perangkat termasuk Dishub Ciamis Ciamis siap menjalankan dan menegakkan aturan tersebut untuk menjalin kelancara arus mudik serta distribusi barang dan jasa nasional.

Sekretaris Dishub Ciamis Edy Yulianto, pihaknya sipa menjalakan kebijakan pemerintah tersebut. Kebijakan pembatasan kendaraan ini mengacu pada PM NO.115/ 2018 tentang pengaturan kendaraan barang menjelang lbir Natal dan Tahun Baru 2019.

“Dishub Ciamis siap mendukung sepenuhnya kebijakan Pemerintah dan Pemprov Jawa Barat tersebut. Apalagi jalan lintas selatan Jawa Barat merupakan jalur mudik utama ke Jawa Barat sampai Jawa Tengah dan DIY,” kata Edy Yulianto menjawab BeritaTrans.com, Senin (17/12/2018).

Bukan hanya itu, kata Edy, jalan lintas selatan Jawa Barat merupakan jalur distribusi nasional yang mempunyai peran utama khususnya di sebagian Jawa Barat dan pulau Jawabagian selatan.

Seperti diketahui, kontur tanah serta kondisi geografis di selatan Jawa Barat medannya cukup berat, banyak tanjakan dan tikungan tajam. Oleh karenanya, sangta beresiko jika kendaraan berat tetap beroperasi di jalur ini saat arus mudik nanti.

“Agar tak mengganggu arus mudik Nataru, sudah tepat jika Pemprov Jawa Barat melarang kendaraan berat melintas di jalur selattan Jawa Barat pada waktu tertentu ini,” tandas Edy Yulianto.(helmi)

loading...