Angkasa Pura 2

Kampus Transportasi BPSDMP Harus Terapkan Konsep Link and Match dan Menjadi Kampus Inklusif

SDMJumat, 21 Desember 2018
IMG-20181221-WA0003

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pendidikan di kampus transportasi BPSDMP Kementerian Perhubungan harus ada keterkaitan (link and match) antara industri dengan pendidikan, dan juga antara regulator dengan pendidikan. Selanjtnya berkembang menjadi kamus yang inklusif, bukan eksklusif dan tercerabut dari akar budaya dan masyarakar sekitarnya.

Menurut Menhub Budi Karya hal tersebut perlu dilakukan secara brtahap dan konsisten. “Kampus-kamus transportasi di Tanah Air juga harus menjadi kampus yang inklusif, dan memungkinkan berkembangkan potensi dan kemampuan anak bangsa dengan maksimal,” kata Menhub di depan jajaran pimpinan BPSDMP dan perwakilan taruna dari seluruh Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Oleh karena itu, Menhub meminta asosiasi dan operator transportasi memberikan suatu masukan agar arah dari peningkatan SDM yang dilakukan ini sesuai, sehingga pada saat dilakukan pendidikan, mereka itu tidak saja mendapatkan pengetahuan tetapi juga terbukanya lapangan kerja.

“Marilah kita bekerja sama untuk membagi apa-apa yang kita pikirkan dalam suatu konsep berpikir sehingga link and match antara pasar dan penyedia SDM ini menjadi efektif dan efisien,” ucap Menhub.

Mantan Dirut AP II itu juga meminta manusia yang dididik nantinya juga harus memiliki etika dan anti terhadap korupsi. Masalah ini menjadi penting karena menurutnya tidak ada gunanya memiliki SDM yang berkompetensi namun ternyata tidak beretika.

“Bagaimana untuk mempersiapkan SDM kita dengan baik dan terarah, maka saya perintahkan Sesjen untuk melakukan perumusan arah dan strategi mau seperti apa SDM kita. BPSDM tentunya selain sudah memiliki konsep, merespon apa yang sudah digariskan Kemenhub dengan suatu program-program yang lugas,” sebut Menhub.

Para Dirjen selaku regulator melakukan identifikasi apa saja regulasi-regulasi yang masih menyulitkan masyarakat. Dengan begitu, tidak terjadi gap antara regulasi dengan masyarakat serta dunia usaha di Tanah Air.

“Kita secara sistematis melakukan penyederhanaan agar membuat dinamika dari pertumbuhan ekonomi ke masyarakat dapat berjalan baik dan tidak terhambat dengan regulasi kita,” tandas Menhub. (helmi)